Menyebar Berita Hoax, Sopir Asal Kediri Diciduk Polisi Banyuwangi

Menyebar Berita Hoax, Sopir Asal Kediri Diciduk Polisi Banyuwangi
Pelaku Penyebar Berita Hoax Saat Diinterogasi Satreskrim Polresta Banyuwangi. (Foto: Dhonny - Kanal News).

BANYUWANGI, kanalnews.id – Akibat menyebar berita hoax atau bohong, seorang sopir inisial AMD asal Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri, diciduk Polresta Banyuwangi.

Adapun dugaan tindak pidana menyebarkan berita bohong atau kabar tidak pasti yang dapat menyebabkan keonaran tersebut diunggah di akun TikTok “LAVANA TRANS “ milik pelaku.

Dalam konten atau berita hoax yang disebar melalui aplikasi Tiktok itu sopir asal Kediri tersebut menyebutkan adanya wisatawan meninggal akibat insiden pelemparan batu terhadap bus pariwisata di Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Diketahui, video tersebut di upload pada Tanggal 1 Mei 2023 di tempat wisata Bukit Sekipan yang beralamat di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa tengah.

Oleh sebab itu, Satreskrim Polresta Banyuwangi, gerak cepat menelusuri pemilik akun Tiktok yang menyebar berita hoax tersebut.

Kemudian pada Kamis (04/05/2023) satreskrim Polresta Banyuwangi berhasil mengamankan pemilik akun Tiktok “LAVANA TRANS“ yang diduga menyebar berita hoax tersebut.

Kapolresta Banyuwangi, Kombespol Deddy Foury Millewa, melalui Kasatreskrim Kompol Agus Sobarnapraja menjelaskan, bahwa pada tanggal 1 Mei 2023 sekira pukul 12.00 Wib pelaku mendapatkan sebuah file video dari Grup Whatsapp DKM (Driver Kota Malang) dengan peserta yang berjumlah 215 peserta yang dikirim ke grup.

Baca Juga :  Cerita Bupati Fauzi Penuhi Permintaan Anak SD

“Video tersebut berdurasi 46 detik dengan suara laki – laki berisi, bro korbane sakmene ambane lho bro, siji loro telu papat limo enem pitu wolu sing kenek gur siji tok, songo sepuluh Elf nemen, sing mburi iki dibandem kaget nabrak uwong ninggal, Wongsorejo arep mlebu Ketapang ati – ati (Bro korbannya banyak sekali lho bro, Satu Dua Tiga Empat Lima Enam Tujuh Delapan yang kena Cuma Satu, Sembilan Sepuluh Elf Parah, ini yang belakang dilempar terkejut nabrak orang meninggal, Wongsorejo mau masuk Ketapang hati – hati),” ujarnya menirukan seperti di WAG. Minggu (07/05/2023).

Kompol Agus mengatakan, bahwa berdasarkan video tersebut pelaku mengartikan telah terjadi pelemparan batu terhadap kendaraan bus yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia.

Baca Juga :  Gandeng PT SSI, Universitas Jember Panen Jagung Hasil Bioteknologi

Sehingga pada tanggal 1 Mei 2023 sekira pukul 13.10 Wib pelaku mengunggah video tersebut di akun Tiktok “ LAVANA TRANS “ dengan melakukan editing dan menambahkan narasi tulisan dan lisan Puluhan armada pariwisata dilempari batu di Wongsorejo Banyuwangi 1 orang meninggal.

Pelaku juga menyebut kejadian pukul 01.00 tanggal 1 Mei 2023 dan meminta memviralkan agar pelaku ditangkap.

Pelaku dalam mengunggah video di akun Tik Tok tersebut menggunakan handphone miliknya, pelaku sebelumnya tidak pernah melakukan pengecekan terhadap kebenaran informasi dalam video tersebut. Pelaku percaya terhadap informasi tersebut karena dikirim oleh teman sesama driver di grup whatsapp.

“Video di akun tiktok pelaku telah dilike (Disukai) oleh 4507 akun tiktok, dikomentari 887 akun tik tok, disimpan 272 akun dan dilihat oleh 168,5K akun,” kata Kompol Agus.

Kompol Agus menambahkan, bahwa pelaku telah menyadari dan mengaku bersalah serta menyesali perbuatannya karena menambahkan narasi dalam video yang telah disebarkan padahal tidak sesuai fakta sebenarnya.

Baca Juga :  Kurun Waktu 12 Hari, Polresta Banyuwangi Berhasil Cokok 65 Pelaku Kriminal

Pelaku juga telah menghapus video tersebut dari akun Tiktoknya serta membuat pernyataan permintaan maaf secara tertulis dan video serta membuat video klarifikasi meluruskan informasi yang keliru tersebut.

“Terhadap persoalan tersebut demi kemanfaatan hukum penyidik tidak memperkarakan lebih lanjut, kasus pelemparan Bus telah dibentuk Timsus gabungan Polsek dan Polresta untuk mengusut tuntas perkara tersebut,” pungkasnya. (Dhonny/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *