Anak Berusia 10 Tahun Tenggelam di Dana Rana Mese

Anak Berusia 10 Tahun Tenggelam di Dana Rana Mese.

NTT, KanalNews.id – Duka mendalam menyelimuti kawasan wisata Danau Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur, setelah seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dilaporkan tenggelam pada Senin siang, 4 Mei 2026. Korban diketahui berinisial G.A.N (10), siswa kelas V sekolah dasar asal Maras, Desa Golo Loni.

Kepala Desa Golo Loni, kepada media ini menyampaikan, “Pukul 14.20 WITA saya mendapatkan Informasi Melalui sambungan telepon salah satu Petugas KSDA di Danau Rana Mese, perihal informasi Warga Desa Golo Loni yang tenggelam di Danau Rana Mese”, kata Kepala Desa Golo Loni.

Katanya, tidak lama kemudian saya langsung menuju ke Lokasi Kejadian. Sudah banyak warga Masyarakat Desa Golo Loni di tempat untuk Pencarian Korban dengan berenang. Namun belum bisa ditemukan karena banyak Rumput dan Lumpur di bawah Danau. Bersamaan dengan TNI dan POLRI serta seluruh warga sudah melakukan pencarian namun sampai dengan saat ini belum bisa ditemukan.

Baca Juga :  Shalawatan Bersama Habib Syech, Ribuan Warga Banjiri Alun-alun Jember

Korban tenggelam bernama : Gresianus Ngitung siswa SDI MARAS Kelas V . Berjenis Kelamin laki laki.

“Tokoh Masyarakat dan Tokoh Adat sudah melakukan Ritual Adat agar dimudahkan saat pencarian. Terkonfirmasi melalui BPBD Manggarai Timur bahwa Tim Basarnas Sedang dalam perjalanan dari Labuan Bajo menuju danau Rana Mese. Untuk sementara besok hari Selasa baru dilakukan pencarian oleh Tim Basarnas”, ungkapnya.

Peristiwa tersebut juga dibenarkan oleh Kapolres Manggarai Timur melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Zacky Shodri,, Senin malam. “Betul Kk, kami sudah menerima laporan dan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan lebih lanjut,” ujar Iptu Zacky.

Baca Juga :  Optimalkan PAD, Pemkab Ende Terapkan Retribusi Digital Elektronik

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 14.10 WITA, saat itu, korban bersama sejumlah rekannya masuk ke area danau tanpa sepengetahuan petugas. Korban kemudian melompat dari atas rakit ke dalam air, namun tidak lagi muncul ke permukaan.

Rekan-rekan korban sempat berupaya melakukan pertolongan dengan berenang. Namun, diduga kuat adanya arus bawah danau yang cukup deras membuat upaya penyelamatan tidak berhasil.

Sekitar pukul 14.30 WITA, rekan korban melaporkan kejadian tersebut ke pos penjagaan Ranamese. Petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) bersama masyarakat mitra Polhut segera menuju lokasi. Namun, korban belum ditemukan di permukaan danau.

Baca Juga :  Tingkatkan perekonomian, Pemerintah Desa Suco Gelar Parade Domba Rias

Peristiwa ini kemudian dilaporkan kepada keluarga korban serta diteruskan kepada aparat kepolisian dan unsur terkait. Hingga saat ini, sejumlah unsur pemerintah Kabupaten Manggarai Timur, di antaranya BPBD, Camat Rana Mese, Babinsa, serta Unit Intel Kodim Manggarai, telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan awal.

Tim Basarnas dari Labuan Bajo juga dikonfirmasi sedang dalam perjalanan menuju lokasi dan diperkirakan tiba pada malam hari untuk memulai proses pencarian secara intensif. Hingga kini, lokasi kejadian masih dijaga petugas sambil menunggu proses pencarian lanjutan.