Tak Hanya Penghasil Timah, Provinsi Babel Juga Memiliki Potensi Bahari Luar Biasa

Gubernur Bangka Belitung
Pj Gubernur Babel; Tak Hanya Penghasil Timah, Provinsi Babel Juga Memiliki Potensi Bahari Luar Biasa. (Foto - Imran - Kanal News)

Belitung, kanalnews.id – Sebagai provinsi yang memiliki 950 pulau kecil, selain sebagai penghasil Timah, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) juga memiliki potensi bahari yang luar biasa.

Hal itu disampaikan oleh Pejabat sementara (Pj) Gubernur Kep. Babel, Ridwan Djamaluddin, pada acara ‘Opening Session Multi-Stakeholder Dialogue on The Development of The Asean Blue Economy Framework’ di Northern Lake Ballroom, Sheraton Belitung Resort,” Rabu (01/03/202323) malam.

Bacaan Lainnya

Pj Gubernur Kep. Babel, dengan sederet prestasi itu menyampaikan bahwa dengan potensi alam yang dimilikinya tentu akan turut serta membantu menyukseskan strategi blue economy atau ekonomi biru yang memang sedang menjadi fokus di negara-negara ASEAN, salah satunya Indonesia.

“Bangka Belitung tentunya akan turut serta dalam langkah Indonesia dalam mewujudkan strategi ekonomi biru melalui berbagai jenis investasi, seperti Prosperous Ocean Program,” katanya saat memberikan sambutan.

Adapun Investasi tersebut, sambung Ridwan panggilan akrabnya, diantaranya investasi untuk meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir dan memulihkan ekosistem kritis, Program Rehabilitasi dan Pengelolaan Terumbu Karang – investasi 20 tahun dalam penelitian dan pengelolaan terumbu karang, dan Program pengembangan pariwisata terpadu dan berkelanjutan berdasarkan ekonomi biru.

Sebagai perwakilan masyarakat Provinsi Kep. Babel, Pj Gubernur menyampaikan harapannya terhadap forum se-ASEAN dapat memberikan dampak positif, dikarenakan Indonesia, salah satunya Provinsi Kep. Babel, memiliki potensi laut yang sangat besar untuk dikelola.

“Diharapkan Strategi Ekonomi Biru yang inklusif dan berkelanjutan dapat dirancang untuk kesejahteraan masyarakat, khususnya Provinsi Kep. Bangka Belitung,” terang Pj Gubernur Ridwan.

Perencanaan program yang disebutkan oleh Pj Gubernur, sejalan dengan apa yang dikatakan oleh Kepala Bagian Riset Tata Kelola Laut UNESCO Prof. Pierre Failler, yang mana untuk mewujudkan ekonomi biru di ASEAN ada 3 prinsip dasar.

“Untuk mengimplementasikan ekonomi biru, kita perlu tahu prinsip dasar ekonomi biru di ASEAN, diantaranya: ekonomi sirkular, pemerintahan yang bagus, kelestarian lingkungan & sosial,”ungkapnya.

Sementara itu, Amalia Adininggar selaku Deputi Bidang Ekonomi Bappenas RI mengatakan bahwa, penerapan ekonomi biru ini sangat baik untuk dilakukan di negara-negara ASEAN, karena selain bagus untuk pertumbuhan ekonomi, ia juga sekaligus untuk mencapai pembangunan berkelanjutan.

“Ekonomi biru berpotensi untuk pertumbuhan ekonomi dan juga untuk mencapai pembangunan berkelanjutan,” pungkas Amalia. (Imran/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *