Bupati Fauzi Ungkap Strategi Pemerintah Daerah Lindungi Petani Garam

Bupati Sumenep
Potret Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, Saat Mengikuti Dialog Khusus Tentang Jatim Benteng Swasembada Garam Nasional yang Diselenggarakan oleh JTV. (Foto: SS YouTube JTV Rek)

SURABAYA, KanalNews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, terus memperkuat pendampingan petani garam melalui kolaborasi lintas tingkat. Program itu melibatkan pemerintah daerah, provinsi, hingga pusat.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan pendampingan tidak hanya dilakukan pemerintah daerah. Sinergi menjadi kunci peningkatan produksi garam nasional.

Menurutnya, sejak 2011 terdapat program strategis bernama PUGAR (Pengembangan Usaha Garam Rakyat). Program ini dinilai penting untuk mendukung petani garam meningkatkan kualitas produksi.

“Pendampingan petani garam bukan hanya oleh pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan provinsi dan pusat,” kata Bupati Sumenep, saat mengikuti Dialog Khusus tentang swasembada garam yang diselenggarakan oleh JTV. Senin (20/04/2026).

Baca Juga :  Apel Siaga Takbiran, Polres Sumenep Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Lebih lanjut, Bupati Fauzi panggilan akrabnya menjelaskan, Program PUGAR dijalankan melalui kelompok petani. Tujuannya agar produksi garam lebih optimal dan berkualitas sesuai standar nasional.

“Salah satu dukungan konkret pemerintah berupa bantuan geomembran. Bantuan ini diberikan oleh pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten secara bersama, ” ungkapnya.

“Geomembran ini membantu meningkatkan kualitas garam. Teknologi ini mampu menjaga kebersihan dan mempercepat proses produksi, ” timpal politisi PDIP itu.

Bupati Fauzi juga menekankan bahwa sektor garam berkaitan dengan kepentingan nasional. Produksi garam menjadi bagian penting dari ketahanan pangan.

Baca Juga :  Perkuat Ketahanan Pangan dan Inovasi Pertanian, DKPP Sumenep Gelar Temu Ramah 2025

Namun, produksi garam sangat dipengaruhi faktor cuaca. Kondisi cuaca ekstrem dapat berdampak signifikan terhadap hasil panen petani.

“Cuaca bisa membuat petani senang, tetapi juga bisa merugikan. Hujan panjang tentu berpengaruh pada hasil garam,” jelasnya.

Karena itu, sambung orang nomor satu di Kota Keris itu mengatakan, bahwa pemerintah terus memberikan bantuan dan pemberdayaan bagi petani garam.

“Pendampingan dilakukan melalui kelompok, bukan perorangan. Sebab pendekatan kelompok lebih efektif. Selain memperkuat koordinasi, juga meningkatkan efisiensi distribusi bantuan, ” terangnya.

Terkait sinergi dengan PT Garam, Bupati Fauzi juga menjelaskan, bahwa saat ini hubungan berjalan baik. Kerja sama dilakukan secara tidak langsung melalui aktivitas produksi masyarakat.

Baca Juga :  Festival Srikaya Sumenep 2025; Manisnya Buah, Manisnya Berbagi di Bulan Ramadhan

“Mayoritas petani garam di Sumenep mengelola lahan PT Garam sebagain mengelola lahan milik sendiri . Hal ini membuat interaksi dengan PT Garam tetap terjalin secara alami, ” terang suami Nia Kurnia itu.

Pemerintah Daerah, menurut Bupati Fauzi, juga memfasilitasi komunikasi terkait harga. Tujuannya agar petani tidak merugi dan harga tetap sesuai standar nasional.

“Kerja sama ini penting agar petani tidak dirugikan dan harga tetap stabil sesuai ketentuan nasional,” pungkasnya. (*)