Beranda / Regional / Jawa timur / Madura / Sumenep / Dorong Kepercayaan Masyarakat, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talkshow Inklusi Keuangan Syariah

Dorong Kepercayaan Masyarakat, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talkshow Inklusi Keuangan Syariah

Talkshow

SUMENEP, KanalNews.id – BPRS Bhakti Sumekar menggelar talkshow inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini menyoroti perlindungan dana nasabah melalui peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan.

Diketahui kegiatan tersebut mengusung tema yang bertajuk “Peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Melindungi Dana Nasabah”.

Baca Juga :  Melalui Talkshow Sosialisasi Literasi Keuangan, BPRS Bhakti Sumekar Beri Edukasi Masyarakat

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan inklusi keuangan menjadi kunci penguatan ekonomi daerah.

“Masyarakat melalui forum ini, semakin menyadari pentingnya inklusi keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan,” katanya. Selasa (13/04/2026).

Lebih lanjut, Fajar panggilan akrabnya menjelaskan, inklusi keuangan tidak sekadar membuka akses layanan perbankan, tetapi juga membangun pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.

Baca Juga :  Nasabah Wajib Tahu, Ini Jadwal Layanan BPRS Bhakti Sumekar Selama Liburan Idul Fitri 1445 H

“Literasi keuangan menjadi faktor kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi mampu mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan,” terangnya.

Menurutnya, sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat perlu diperkuat untuk memperluas inklusi keuangan syariah.

“Kami memandang dengan kebersamaan tentu saja, inklusi keuangan syariah bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

Baca Juga :  IKBAD Sukses Gelar JJS Dalam Rangka HIDAR Ke-56

BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil.

“Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengoptimalkan manfaatnya untuk mendukung kegiatan produktif,” pungkasnya. (*)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *