Dorong Kepercayaan Masyarakat, BPRS Bhakti Sumekar Gelar Talkshow Inklusi Keuangan Syariah

Talkshow
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, Saat Memberikan Sambutan Pada Acara Talkshow Inklusi Keuangan Syari'ah. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – BPRS Bhakti Sumekar menggelar talkshow inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04/2026).

Kegiatan ini menyoroti perlindungan dana nasabah melalui peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan.

Diketahui kegiatan tersebut mengusung tema yang bertajuk “Peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan Dalam Melindungi Dana Nasabah”.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menegaskan inklusi keuangan menjadi kunci penguatan ekonomi daerah.

Baca Juga :  KPU Sumenep Gelar Rapat Pleno Terbuka Penetapan Nomor Urut Cabup-Cawabup Pilkada 2024

“Masyarakat melalui forum ini, semakin menyadari pentingnya inklusi keuangan sebagai bagian dari pembangunan ekonomi berkelanjutan,” katanya. Selasa (13/04/2026).

Lebih lanjut, Fajar panggilan akrabnya menjelaskan, inklusi keuangan tidak sekadar membuka akses layanan perbankan, tetapi juga membangun pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan.

“Literasi keuangan menjadi faktor kunci agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi mampu mengelola keuangan secara sehat dan berkelanjutan,” terangnya.

Baca Juga :  Pembiayaan PPPK Kemenag, Solusi Cepat dan Muda dari BPRS Bhakti Sumekar, Ayo Ajukan Sekarang!

Menurutnya, sinergi antara lembaga keuangan, pemerintah, dan masyarakat perlu diperkuat untuk memperluas inklusi keuangan syariah.

“Kami memandang dengan kebersamaan tentu saja, inklusi keuangan syariah bisa menjadi salah satu pilar penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” tuturnya.

BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro dan kecil.

Baca Juga :  DLH Sumenep dan Medco Energi Hijaukan Kota dengan 2.000 Bibit Pohon

“Masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan keuangan, tetapi juga mampu mengoptimalkan manfaatnya untuk mendukung kegiatan produktif,” pungkasnya. (*)