Pemkab Jember Gelar Rakor dan Sosialisasi Bantuan Pangan Tahap Dua, Targetnya 211.356 KPM

Pemkab Jember Gelar Rakor dan Sosialisasi Bantuan Pangan Tahap Dua, Targetnya 211.356 KPM
Suasana Rakor dan Sosialisasi Bantuan Pangan Tahap Dua di Ruang Rapat Pemkab Jember. (Foto: Ninil - Kanal News).

JEMBER, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur, menggelar Rakor dan Sosialisasi bantuan pangan tahap dua. Rabu, 13 September 2023.

Kegiatan rakor dan sosialisasi bantuan pangan tahap dua yang bertempat di Ruang Rapat Aulah Pemkab Jember itu, dipimpin oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Jember.

Hadir pula pada kesempatan itu, Forkopimda Jember, Kepala Dinas Sosial Jember, Helmi Lukman, sejumlah unsur OPD (Organisasi Perangkat Daerah), serta Camat se Kabupaten Jember.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab Jember, Jupriono mengatakan, bahwa teknis penyaluran bantuan pangan tahap dua, Pemkab Jember bekerjasama dengan Bulog sebagai penyedia beras.

Sementara untuk penyedia daging ayam dan telur untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang berisiko stunting, Pemkab Jember bekerjasama dengan PT Pos Indonesia dan PT Yasa.

Baca Juga :  Terekam CCTV, Kotak Amal Masjid di Jember Kembali Dicuri Orang Tak Dikenal

“Total penyaluran bantuan pangan tahap dua ini sekitar 211.356 KPM. Masing-masing KPM akan mendapatkan 10 Kg beras. Sedangkan 10 butir telur dan 0,9 s.d 1,1 Kg daging ayam untuk KPM berisiko stunting,” katanya saat di konfirmasikan di Ruang rapat Pemkab Jember. Rabu, (13/09/2023).

Kabar baiknya lagi, sambung Jupriono menjelaskan, suplier (Penyedia,red) bahan pangan yang akan disalurkan kepada KPM itu mengambil dari dalam kota (Jember) untuk mempercepat proses bantuan tersebut.

“Targetnya bisa secepatnya, kata pihak PT Yasa sebagai pihak tranporter beras masih migrasi data di baparnas, begitupun dengan daging dan telur”. Tambahnya.

Baca Juga :  Optimalkan pelayanan, Bupati Jember Launching MPP

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jember, Helmi Lukman juga menyampaikan, bahwa untuk bantuan tahap dua ini akan dilakukan perbaikan program dengan menyediakan form pengalihan KPM yang meninggal/pindah tempat tinggal.

“Nanti kita akan menyediakan from dari pusat untuk pengalihan KPM. Misal ada yang meninggal atau pindah tempat tinggal yang ditunjukkan dengan bukti pemindahan yang bersangkutan”. Ungkapnya

Sedangkan untuk KPM berisiko Stunting mereka akan disediakan berita acara yang di sepakati oleh Kepala Desa, Lurah, Babinsa, Babinkamtibmas sekaligus PB3KN.

“Untuk KPM berisiko Stunting akan disediakan berita acara yang telah disepakati oleh kepala desa. Sehinggal program ini bisa membantu masyarakat yang memerlukan bahan pangan nasional.” Ujarnya

Baca Juga :  Miliki Potensi Ekonomi, BPRS Bhakti Sumekar Akan Buka Cabang Baru di Wilayah Pantura

Oleh sebab ituj, Helmi juga berharap program bantuan pangan ini bisa di proses lebih cepat. “Harapan kami dengan bahan baku yg ada di jember ini lebih cepat kemudian tepat waktu, ” pungkas Helmi seraya berharap. (Ninil/Hil/Red). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *