Dinsos P3A Sumenep Cekatan Tangani Pasien Tanpa Ada Keluarga yang Jaga di RSUD

Pasien Tanpa Keluarga
Perwakilan Dinsos P3A Sumenep Saat Mendampingi Pasien Tanpa Keluarga di RSUD dr. H. Moh Anwar. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep dengan cepat merespons laporan warga terkait seorang pasien yang tidak memiliki keluarga untuk menjaga di RSUD dr. H. Moh Anwar.

Diketahui, Pasien tersebut bernama R. Eko Pamuji Budihartoni (48), Warga Kelurahan Bangselok, Kecamatan Kota Sumenep, tengah dirawat di ICU RSUD dr. H. Moh. Anwar akibat diabetes dan infeksi berat.

Informasi dihimpun media ini, laporan diterima Dinsos P3A Sumenep dari masyarakat setempat pada Minggu (22/12/2024) kemarin.

Baca Juga :  Diskop UKM Perindag Sumenep Gelar Syukuran Harkopnas Ke-77

Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinsos P3A Sumenep segera berkoordinasi dengan Ketua RT dan pihak Kelurahan Bangselok serta pihak RSUD dr. H. Moh Anwar untuk memastikan pasien tersebut mendapatkan pelayanan kesehatan dengan baik.

“Kami memastikan informasi dan mencari tahu apakah pasien memiliki kerabat terdekat,” kata Mustangin, Kepala Dinsos P3A Sumenep. Senin (23/12/2024).

Hasil koordinasi dengan pihak RSUD dr. H. Moh Anwar, sambung Mustangin, menunjukkan bahwa pasien dalam kondisi kritis dan memerlukan perawatan intensif.

Baca Juga :  Mayat Korban Tenggelam Ditemukan di Pantai Perupuk Beltim

“Kami langsung melakukan pendampingan bersama RSUD untuk memastikan pasien mendapat layanan terbaik,” ujar Mustangin.

Lebih lanjut, Mustangin menjelaskan, Dinsos P3A Sumenep juga berupaya mencari solusi jangka panjang jika tidak ditemukan keluarga pasien.

“Kami akan memastikan pasien tetap terlayani hingga kondisi stabil,” tegas Mustangin

Sementara itu, Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar, dr. Erliyati, M.Kes, menjelaskan bahwa pasien tiba di rumah sakit dalam keadaan lemah.

Baca Juga :  Hangatnya Doa dan Cinta BRIDA Sumenep untuk Anak Yatim di Bulan Ramadhan

“Tim medis kami memberikan penanganan maksimal di ICU, dibantu pendampingan dari Dinsos,” ungkapnya pada media ini.

Kerjasama lintas instansi ini diapresiasi masyarakat. “Kami berkomitmen menangani pasien tanpa diskriminasi, meskipun tanpa keluarga,” tutup dr. Erliyati.

Upaya cepat dan sinergi ini menunjukkan kepedulian pemerintah dalam memberikan layanan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan. (*).