SUMENEP, KanalNews.id — Madura Culture Festival (MCF) 2025 kembali menghadirkan beragam inovasi pembangunan dan ekonomi kreatif. Salah satu sorotan ialah stand BPRS Bhakti Sumekar.
Lembaga keuangan BUMD Sumenep ini menampilkan berbagai produk pembiayaan syariah, mulai cicilan rumah, kendaraan, emas, hingga pembiayaan ibadah haji dan umroh.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, yang mengunjungi stand BPRS Bhakti Sumekar itu mengapresiasi inovasi tersebut.
“Stand pembangunan di Madura Culture Festival ini menunjukkan kerja nyata. BPRS Bhakti Sumekar hadir dengan solusi finansial Syari’ah bermanfaat bagi rakyat,” ujarnya, Senin malam (1/92025).
Lebih lanjut, Bupati Fauzi panggilan akrabnya menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak sekadar fisik, tetapi juga membuka peluang ekonomi inklusif bagi masyarakat.
“Pembangunan daerah itu bukan hanya fisik, tak kalah pentingnya adalah meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, ” ungkapnya.
Menurut Bupati, MCF menjadi sarana penting bagi masyarakat memahami pembangunan daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Acara ini menegaskan pembangunan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bisa berjalan beriringan, memperkuat identitas serta potensi lokal Sumenep,” ujarnya pula.
Ditempat yang sama, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengatakan keikutsertaan mereka di MCF 2025 untuk membuka akses pembiayaan syariah yang transparan dan mudah dijangkau.
“Kami ingin masyarakat Sumenep memanfaatkan layanan kami untuk meningkatkan kualitas hidup, dari kepemilikan rumah hingga ibadah,” jelasnya.
Kehadiran BPRS Bhakti Sumekar di MCF 2025 bukan sekadar promosi produk finansial. Lebih dari itu, menjadi bukti nyata inovasi ekonomi syariah yang menjawab kebutuhan rakyat.
“Stand ini menegaskan program pembangunan dapat sejalan dengan kepentingan masyarakat, mendorong kesejahteraan, dan memperkuat identitas lokal Sumenep, ” terang Fajar.
Untuk diketahui, Pameran pembangunan tahun itu menampilkan 200 stan. Pesertanya beragam, mulai OPD, BUMN, BUMD, hingga daerah lain seperti Jember, Pasuruan, Lumajang, Situbondo, Sampang, dan Pamekasan.
Produk yang dipamerkan mencakup kerajinan tangan, kuliner tradisional, hingga inovasi desa. Semuanya menyedot perhatian pengunjung.





















