SUMENEP, KanalNews.id — Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Pendopo Keraton Sumenep, tak sekadar seremoni keagamaan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep juga menyalurkan santunan kepada 757 anak yatim dalam rangkaian kegiatan bertajuk Kreasi Anak Yatim. Minggu pagi, 15 Februari 2026.
Acara yang digelar di lingkungan Pendopo Keraton Sumenep itu memadukan peringatan hari besar Islam dengan panggung kreativitas anak-anak yatim. Mereka menampilkan bakat seni dan keterampilan di hadapan pejabat daerah dan masyarakat.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Sumenep, R. Achmad Syahwan Efendi, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai penggabungan peringatan keagamaan dengan santunan anak yatim merupakan langkah positif.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Anak yatim merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga kepedulian seperti ini harus terus dijaga,” kata Syahwan panggilan akrabnya. Minggu (15/02/2026)
Lebih lanjut, Pj Sekda Sumenep itu menegaskan kegiatan serupa dilaksanakan secara rutin setiap tahun. Pemerintah daerah berharap kegiatan itu tidak berhenti pada aspek seremonial, melainkan memberi dampak nyata bagi penguatan nilai religius dan solidaritas sosial masyarakat.
“Kegiatan seperti ini memang kita laksanakan secara rutin setiap tahun. Semoga ini tidak hanya sebatas seremonial, tapi ada nilai lebih yang dapat kita petik dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” harapnya.
Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Kamiluddin, mengatakan peringatan Isra Mi’raj harus dimaknai lebih dari sekadar agenda tahunan. Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai sarana refleksi diri.
“Isra Mi’raj bukan hanya sekadar peringatan, tetapi momentum untuk memperbaiki diri dan menghidupkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kamil sapaan karibnya.
Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mi’raj perlu diimplementasikan dalam kehidupan sosial, termasuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.
“Kami pemerintah daerah hanya terus berupaya menghadirkan kegiatan yang menyentuh aspek spiritual sekaligus sosial kepada masyarakat,” pungkasnya. (*)





















