Ratusan Honorer di Teluk Wondama Desak Kejelasan Hasil Tes PPPK, Curigai Ketidaksesuaian Data

Guru Honorer
Suasana Kantor Bupati Diserbu Massa Honorer yang Datang Menuntut Kejelasan Hasil Tes PPPK Terjadi Perkantoran ISEI , Teluk Wondama, pada Jumat (27/2/2026). (Foto: Adit - Kanal News)

TELUK WONDAMA, KanalNews.id – Suasana haru dan tegang mewarnai pertemuan antara Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama dengan ratusan tenaga honorer, di Wasior. Jumat (27/2/2025).

Para honorer yang terdiri dari tenaga kesehatan, tenaga pendidik, serta tenaga teknis lainnya mendesak Bupati dan Wakil Bupati Teluk Wondama untuk memberikan kejelasan terkait hasil tes seleksi yang digelar pada Januari lalu.

Kehadiran Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) dalam pertemuan tersebut turut menjadi sorotan utama.

Pasalnya, isu yang berkembang di kalangan honorer menyebutkan adanya kejanggalan dalam hasil tes. Mereka mempertanyakan mengapa sejumlah nama yang tidak terdaftar sebagai honorer justru dinyatakan lolos, sementara mereka yang telah lama mengabdi dan tercatat secara resmi malah tidak masuk dalam daftar kelulusan.

Baca Juga :  Edukasi Pelaku Usaha, DPMPTSP Sumenep Gelar Meeting Implementasi Perizinan Berbasis Resiko

“Kami hadir di sini bukan untuk membuat keributan, tapi untuk meminta terang benderang. Banyak teman-teman yang sudah mengabdi puluhan tahun, namanya tidak lolos. Sebaliknya, ada nama-nama yang tidak pernah bertugas di lapangan tiba-tiba lolos. Ini sangat janggal,” ujar salah satu koordinator honorer di hadapan para pejabat daerah. Jumat (27/2/2025).

Kecurigaan para honorer pun mengarah pada dugaan manipulasi data administratif yang melibatkan oknum tertentu di lingkungan BKPSDM. Mereka meminta agar hasil tes dievaluasi ulang secara transparan dan melibatkan pihak ketiga yang independen.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Teluk Wondama menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi ini dengan serius. Ia meminta para honorer untuk bersabar dan memberi waktu kepada pemerintah daerah untuk melakukan pemeriksaan internal secara menyeluruh.

Baca Juga :  Merajut Kebersamaan dalam Sukacita Natal: Organisasi Wanita Teluk Wondama Bersatu dalam Ibadah

“Kami mendengar dan memahami keresahan yang disampaikan. Saya perintahkan agar seluruh dokumen dan proses seleksi dibuka dan dikaji ulang. Jika ada kesalahan atau kecurangan, akan kami tindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegas Bupati dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Teluk Wondama yang turut hadir memberikan angin segar di tengah ketegangan. Ia menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan nasib para honorer agar seluruhnya dapat diangkat menjadi pegawai tetap, tanpa ada lagi skema paruh waktu yang merugikan.

“Saya akan mengusahakan semuanya bisa terangkat sebagai pegawai. Tidak ada lagi istilah paruh waktu. Mereka yang telah mengabdi bertahun-tahun berhak mendapatkan kepastian dan keadilan,” ujar Wakil Bupati disambut tepuk tangan haru para honorer.

Baca Juga :  Gerakkan Ekonomi Pedesaan, Bupati Jember Resmikan Gedung BUMDes Langgeng Jaya

Pernyataan tersebut sontak mengubah suasana menjadi lebih emosional. Banyak honorer yang menitikkan air mata mendengar janji tersebut, meski mereka tetap meminta komitmen itu dibuktikan dengan tindakan nyata dan transparan.

Kepala BKPSDM yang turut hadir memilih bungkam dan belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan yang dialamatkan kepadanya. Hingga berita ini diturunkan.

Pertemuan ini menjadi babak baru dalam polemik seleksi tenaga honorer di Teluk Wondama, yang sebelumnya berjalan alot dan minim transparansi.

Para honorer berharap agar keadilan dan profesionalisme benar-benar ditegakkan, mengingat nasib mereka dan keluarga bergantung pada keputusan yang akan diambil pemerintah daerah. (*)