OPINI, KanalNews.id – Konfercab PCNU Sumenep sebentar lagi pada Minggu, 7 Desember 2025, diprediksi akan berlangsung hangat. Sejumlah figur muncul sebagai kandidat kuat dengan latar dan karakter berbeda.
KH. Abd Wasid masuk bursa dengan reputasi mengesankan. Ia dikenal inspiratif, tegas, dan berani memperjuangkan kepentingan Nahdlatul Ulama di Sumenep.
Saat menjadi Wakil Ketua PCNU Sumenep, KH. Abd Wasid sering menunjukkan kepedulian terhadap kader dan keberlangsungan NU kedepan. Sikapnya dianggap mampu menjawab tantangan organisasi yang semakin kompleks.
Selanjutnya, KH. MD Widadi tampil sebagai figur adaptif. Ia dikenal luwes dalam menjaga khittoh NU, terutama di tingkat akar rumput.
Pengalamannya memimpin MWC NU Guluk-Guluk memperkuat kapasitasnya. Banyak kader menilai fleksibilitasnya relevan dengan kebutuhan NU hari ini.
Nama lain yang masuk bursa adalah K. Panji Taufik. Ia merupakan figur senior yang telah memimpin PCNU Sumenep selama tiga periode.
Pengalaman panjang K. Panji Taufik menjadi modal kuat. Ia memahami kultur organisasi, dinamika internal, dan strategi konsolidasi struktural.
Figur terakhir adalah KH. A. Busyro Karim. Mantan Bupati dua periode ini dikenal sebagai politisi NU dengan rekam jejak publik cukup kuat.
Kharisma dan pengaruh politik KH. Busyro membuatnya memiliki basis dukungan signifikan. Ia kerap dipandang mampu menghubungkan NU dengan kebijakan publik.
Dinamika calon ketua kali ini mencerminkan kekayaan figur dalam NU Sumenep. Masing-masing membawa gaya dan kekuatan berbeda untuk masa depan organisasi.
Konfercab besok menjadi pertaruhan penting arah PCNU Sumenep. Pemilihan tidak sekadar menentukan ketua, tetapi juga menentukan pola gerak NU beberapa tahun ke depan. (*)
Penulis: Ainul Yakin (Sekretaris PC IPNU Sumenep)





















