PASURUAN, KanalNews.id — Kodim 0819/Pasuruan secara resmi meluncurkan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Tahun Anggaran 2026 yang dimulai dengan upacara pembukaan yang khidmat di Lapangan Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, menjadi saksi dimulainya langkah besar transformasi desa. Selasa pagi, 10 Februari 2026.
Membawa semangat “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa”, program ini menjadi bukti nyata hadirnya negara di tengah masyarakat melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan unsur akademisi.
Upacara dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasuruan, Yudha Triwidya Sasongko, S.Sos., M.Si., mewakili Penjabat (Pj) Bupati Pasuruan, dan diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai elemen berkumpul menunjukkan solidaritas, mulai dari prajurit Kodim 0819, Satgas TMMD, Marinir Surabaya, Polres Pasuruan Kota, hingga keterlibatan aktif mahasiswa dari Unisma dan Unmer serta para pelajar.
Turut hadir menyaksikan momentum ini, Kasrem 083/Baladhika Jaya Letkol Inf Rahmad Cahyo Dinarso beserta jajaran Forkopimda dan tokoh lintas agama.
Program TMMD Ke-127 tidak sekadar membangun beton dan aspal, melainkan juga membangun fondasi sosial kemasyarakatan. Sekda Yudha menegaskan bahwa seluruh target pembangunan adalah buah dari aspirasi rakyat yang diselaraskan dengan skala prioritas pemerintah daerah.
Fokus Utama TMMD Ke-127 Pasuruan
Transformasi Fisik: Pembangunan infrastruktur dan sarana sosial strategis yang dirancang untuk memutus rantai kemiskinan dan memacu pertumbuhan ekonomi desa.
Penguatan Non-Fisik: Edukasi komprehensif mulai dari kesadaran hukum, pemberdayaan ekonomi kreatif, hingga penanaman nilai-nilai kebangsaan dan bela negara.
“TMMD adalah momentum untuk memupuk semangat kebersamaan yang menjadi ciri khas bangsa kita. Kami berharap partisipasi aktif warga menumbuhkan rasa memiliki yang kuat, sehingga hasil pembangunan ini terjaga manfaatnya dalam jangka panjang,” ujar Sekda Yudha. Selasa (10/02/2026)
Melalui penyerahan alat kerja secara simbolis, dimulailah masa pengabdian satu bulan penuh di wilayah sasaran. TNI tidak hanya berperan sebagai pembangun, tetapi juga sebagai katalisator harmoni sosial di tingkat akar rumput.
“Harapan kami, hubungan harmonis antara TNI, Polri, Pemerintah Daerah, dan masyarakat dapat terus terjaga, sehingga kemanunggalan TNI-Rakyat semakin tangguh dan menjadi pilar stabilitas daerah,” pungkasnya. (*)





















