BANGKALAN, KanalNews.id — Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bangkalan dinilai belum maksimal.
Ini terlihat saat melakukan pemadaman kebakaran di Perumahan Graha Mentari, Blok B, Kelurahan Mlajah, Rabu (16/7/2025).
Akibatnya, api baru bisa dijinakkan lebih dari dua jam karena kekurangan suplai air.
Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Satpol PP Bangkalan Ortis Iskandar mengaku sering keteteran saat memadamkan api.
Salah satu faktornya karena keterbatasan armada yang dimiliki. Saat di lokasi, dia terpaksa memanfaatkan tandon air milik masjid untuk menjinakkan api.
“Alhamdulillah, ada bantuan dua tangki dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),” ujar Otris, Jumat, (18/7/2025).
Dia menyatakan keterbatasan sarana prasarana (sarpras) damkar menjadi perhatian serius pemkab.
Diantaranya dengan menambah mobil pemadam dan tangki suplai air. Sehingga, penanganan kebakaran lebih maksimal.
“Setiap tahun kami sudah mengusulkan, tapi belum disetujui. Kerja-kerja damkar ini kan bersinggungan dengan penyelamatan, harusnya masuk prioritas layanan dasar,” imbuhnya.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengungkapkan bahwa pihaknya sedang berupaya mengajukan permohonan peremajaan mobil damkar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Namun, tidak bisa terealisasi tahun ini.
“Yang tersedia dua armada, itu pun kapasitasnya kecil. Sehingga ketika ada kebakaran besar tidak cukup, maka dari itu kami mengajukan yang kapasitasnya yang lebih besar,” tandasnya. (*)





















