SUMENEP, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep mewajibkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) menjadikan keris karya empu lokal sebagai suvenir resmi bagi tamu dari luar daerah.
Kebijakan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, itu menjadi langkah nyata memperkuat identitas Sumenep sebagai Kota Keris sekaligus memperluas promosi produk budaya unggulan daerah.
Selain melestarikan warisan budaya, kebijakan tersebut diharapkan meningkatkan permintaan keris, memperkuat ekonomi perajin, serta memperkenalkan nama Sumenep hingga tingkat nasional dan internasional.
Bupati Fauzi panggilan akrabnya menegaskan pemerintah harus menjadi pihak pertama yang menggunakan sekaligus mempromosikan produk lokal kepada setiap tamu resmi.
“Saya menginstruksikan seluruh OPD agar setiap menerima tamu dari luar daerah memberikan suvenir berupa keris hasil karya perajin Sumenep. Kita memiliki produk yang berkualitas, bernilai budaya tinggi, dan telah menjadi identitas daerah yang harus kita banggakan,” kata Bupati Fauzi. Senin (13/7/2026).
Lebih lanjut, menurut Bupati dua periode itu menjelaskan, setiap keris yang dibawa tamu menjadi media promosi efektif karena membawa nama Sumenep sekaligus mengenalkan kualitas karya para empu kepada masyarakat luas.
“Keris bukan hanya benda pusaka. Di dalamnya terdapat sejarah panjang, filosofi kehidupan, karya seni, dan jati diri masyarakat Sumenep. Karena itu, keris harus terus diperkenalkan kepada dunia melalui langkah-langkah nyata,” ujarnya
Bupati Fauzi meyakini penggunaan keris sebagai suvenir resmi akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha para empu dan perajin di Kabupaten Sumenep.
Sebab menurutnya meningkatnya kebutuhan keris diyakini membuka peluang peningkatan pendapatan perajin sekaligus memperluas pasar produk budaya khas Sumenep.
“Kalau pemerintah konsisten menggunakan produk lokal, masyarakat dan para tamu akan semakin percaya terhadap kualitas karya anak daerah. Inilah bentuk keberpihakan nyata kepada para perajin kita,” tegasnya.
Politisi PDIP itu juga mengatakan Sumenep telah lama dikenal sebagai salah satu sentra keris terbaik di Indonesia yang memiliki nilai sejarah, seni, dan budaya tinggi.
Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen menjaga reputasi tersebut melalui kebijakan yang mendukung pelestarian budaya sekaligus memperkuat kesejahteraan para perajin.
“Kita ingin para empu tidak hanya dikenal sebagai penjaga tradisi, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari karya luar biasa yang mereka hasilkan. Budaya harus menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Oleh sebab itu Ia mengajak seluruh jajaran pemerintah menjadikan penggunaan produk lokal sebagai budaya dalam setiap kegiatan pemerintahan agar identitas Kota Keris semakin kuat.
“Mari kita jadikan keris sebagai kebanggaan bersama. Ketika kita mencintai dan menggunakan karya masyarakat sendiri, sesungguhnya kita sedang menjaga sejarah, memperkuat identitas daerah, sekaligus membuka masa depan yang lebih baik bagi para perajin dan generasi penerus,” pungkasnya. (*)





















