Polemik Pembangunan Tambak, Warganet Sebut Kades Gersik Putih Jangan Sok Berkuasa dengan Jabatannya

Polemik Pembangunan Tambak
Ilustrasi Polemik Pembangunan Tambak. (Foto: Istimewa)

Sumenep, kanalnews.idPolemik pembangunan tambak garam antara Kepala Desa Gersik (Kades) Putih, Kecamatan Gapura, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dengan wargnya sendiri semakin memanas.

Pasalnya warganet menolak pembangunan tambak garam itu lantaran pantai dan laut seluas 42 hektar yang direncanakan pembangunan tambak merupakan lahan pencarian warga untuk mengkap rajungan dan ikan agar bisa bertahan hidup.

Sementara Kades Gersik Putih diduga memaksakan kehendaknya sendri bahkan menjadi tangan kanan investor atau pemodal asing untuk pembangunan tambak dengan dalih demi kesejahteraan masyarakat

Menanggapi polemik pembangunan tambak garam tersebut, warganet merasa geram denga napa yang dilakukan oleh Kades Gersik Putih. Sebagai pemimpin bukannya mengutamakan kepentingan warganya tapi kok malah berpihak kepada investor asing.

Baca Juga :  Berhasil Capai Target, Tahun Ini DLH Sumenep Komitmen Sumbang PAD Lebih Besar Lagi

“Emang ada kesepakatan dengan warga sebelum kesepakatan pemdes dg investor, kok moro – moro ingin membangun ?,” terang akun Gmail Saniman Ketua RW 2, yang mengomentari postingan berita kanalnews.id yang berjudul  ‘Parah.! Kades Gersik Putih Diduga Paksa Warganya Menyetujui Pembangunan Tambak’. Jumat (03/03/2023).

Warganet juga menyebutkan, sebagai seorang Kepala Desa hendaknya jangan seenaknya sendiri demi kepentingan dirinya atau golongan tanpa memperhatikan nasib warganya sendiri.

Sebab, kata warganet pantai dan laut yang akan dijadikan lahan tambak garam itu bukan warisan leluhurnya. “Apa dikira tanah itu warsan nenek moyangmu ?,” tulis warganet seraya sambal bertanya.

Dari saking geramnya, warganet memberikan saran kepada Kades Gersik Putih jangan angkuh apalagi sombong dengan jabatan dan kekuasaan yang sekarang dipegangnya.

Baca Juga :  Jaga Kamtibmas, Polresta Banyuwangi Gelar Apel Kasat Kamling

“Jangan mentang – mentang sok kuasa dg jabatannya ya…! Jabatan nantinya akan dimintai pertanggungjawaban dihadapan sang Pencipta alam,” ujarnya memberi saran.

Bahkan akun Gmail yang mengaku Ketua RW 2 itu meminta Kades Gersik Putih untuk fokus kepada kesejahteraan dan kondusifitas masyarakatnya dari pada mengutamakan kepentingan investor asing. Atau mencari pekerjaan lain yang mendukung kemajuan desa.

“Nyare laen se halal (cari pekerjaan lain yang halal, red),” pungkas warganet memakai Bahasa madura.

Sementara itu, Kepala Desa Gersik Putih, Muhab, ketika dimintai keterangan oleh media kanalnews.id melalui nomor whatapps-nya, terkait apa benar Kades dan jajarannya tidak meminta persetujuan warga sebelum menerim investor asing untuk pembangunan tambak.

Baca Juga :  Program Kartu Prakerja Gelombang 50 Dibuka, Yuk Segera Daftar dan Siapkan Data Diri Anda

Ternyata hanya dibaca saja pertanyaan yang diajukan wartawan kanalnews.id. Anehnya tanpa menjawab pertanya wartawan kanalnews.id, Kades Muhab malah memblokir akun Whatapps wartawan dari kontaknya. (lim/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *