Dicatut Jadi Pelindung Mafia Rokok Ilegal, Bupati Fauzi; Jika Maksa Saya Copot Izinnya

Bupati Sumenep
Bupati Fauzi Saat Diwawancarai di Ruang Kerjanya. (Foto: Istimewa For Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, membantah keras tudingan bahwa dirinya melindungi pengusaha rokok ilegal di wilayahnya.

“Jangan sekali-kali mengatasnamakan saya untuk urusan bisnis, apalagi kalau itu melanggar hukum. Sebab saya tidak pernah membela siapa pun!” tegas Fauzi, Selasa (01/07/2025).

Berdasarkan informasi dihimpun media ini, kemarahan Bupati Fauzi panggilan akrabnya, dipicu lantaran ada isu pengusaha rokok ilegal yang diduga berlindung di balik nama pejabat daerah, termasuk dirinya sebagai Bupati.

Bahkan Bupati Fauzi menegaskan, bahwa tindakan tersebut merusak citra pribadi dan pemerintah yang sedang menata industri tembakau secara tertib dan legal.

Baca Juga :  Gubernur Jatim Apresiasi RSUDMA Sumenep Tangani Kasus Campak Anak

“Kalau pengusaha rokok bekerja benar, silakan lanjut. Tapi kalau melanggar aturan, saya imbau ditutup. Jangan harap ada perlindungan dari saya,” ujarnya.

Bahkan Bupati dua periode itu juga mendukung penuh langkah Bea Cukai agar aktif menindak peredaran rokok tanpa cukai di wilayah Sumenep.

Penindakan hukum, sambung Bupati Fauzi, adalah bentuk keadilan bagi pengusaha patuh yang berinvestasi secara sah.

“Ini bukan cuma soal cukai, tapi soal keadilan. Jangan sampai yang tertib kalah oleh yang curang,” ungkapnya menegaskan.

Baca Juga :  Biadab, Bayi Baru Lahir di Sumenep Dibuang dengan Bungkus Plastik Merah

Bupati Fauzi mengajak semua pihak, termasuk media dan masyarakat, bersinergi memerangi praktik bisnis rokok ilegal.

Dukungan juga datang dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sumenep. Samauddin, pengurus SMSI, mengecam pengusaha yang membawa nama tokoh seperti Bupati Sumenep.

“Jangankan nama bupati, bawa nama menteri atau gubernur pun akan kami sikat kalau melanggar hukum,” tegasnya, Senin (1/7/2025).

Lebih lanjut, Udien Nyelonong panggilan akrabnya menegaskan, bahwa ada potensi pelanggaran di tiga kecamatan yang minim pengawasan. Fokus awal penyisiran akan dimulai dari Kecamatan Lenteng.

Baca Juga :  Fantastis! Pemerintah Gelontorkan Rp.3 M untuk Event 2023 Sumenep Masa Kejayaan

“Bulan ini kami akan turun langsung. Lenteng jadi fokus pertama,” ungkapnya.

Ia juga mendukung sikap Bupati Fauzi dan akan menyerahkan data pengusaha yang diduga menyalahgunakan nama bupati.

“Kami akan laporkan oknum yang membawa-bawa nama bupati. Ini penghinaan terhadap pejabat publik,” pungkasnya.

Perang terhadap bisnis rokok ilegal kian nyata. Pemerintah, media, dan aparat bersatu menutup ruang bagi mafia rokok ilegal dan pemain pita cukai. (*)