Usai Lolos Seleksi, RSUDMA Beri Orientasi Tempat Kerja Bagi Pegawai BLUD

Usai Lolos Seleksi, RSUDMA Beri Orientasi Tempat Kerja Bagi Pegawai BLUD
Direktur RSUD dr. H. Moh Anwar, dr. Erliyati, M.Kes Saat Membuka Orientasi Tempat Kerja Bagi Pegawai BLUD non ASN Hasil Rekrutmen Formasi 2023 (Foto: Kanal News).

SUMENEP, kanalnews.id – Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh Anwar (RSUDMA) memberikan orientasi tempat kerja bagi 43 pegawai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) non ASN.

Orientasi tempat kerja itu dilakukan, setelah 43 pegawai itu dinyatakan lolos seleksi pada rekrutmen pegawai BLUD non ASN formasi tahun 2023 beberapa waktu lalu.

Bacaan Lainnya

Pelaksanaan orientasi tempat kerja atau pengenalan lingkungan rumah sakit milik pemerintah kabupaten Sumenep itu bertempat di RSUD setempat dan dibuka langsung oleh Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, M.Kes. pada Selasa (23/05/2023) kemarin.

Kegiatan orientasi tempat kerja itu dilakukan dalam rangka memberikan pembekalan dan pengenalan lingkungan RSUD plat merah sebelum 43 pegawai BLUD non ASN itu sebelum resmi bekerja.

“Kegiatan orientasi ini sangat penting kita lakukan guna mengenalkan mereka terhadap lingkungan dan prosedur dimana tempat mereka akan bekerja,” kata Direktur RSUDMA dr. Erliyati, melalui Kasi Humasnya, Arman Endika Putra. Kamis (25/05/2023).

Lebih lanjut, Arman panggilan akrabnya menjelaskan, orientasi tempat kerja itu meliputi orientasi umum dan khusus. Untuk orientasi umum 43 pegawai non ASN itu dikasih pemahaman terkait visi-misi dan struktur organisasi rumah sakit.

“Kegiatan orientasi umum ini berlangsung selama tiga hari. Pematerinya dari kita sendiri, yakni langsung dari Komite K3 RSUD dr. H. Moh Anwar,” ungkapnya menjelaskan.

Dalam orientasi umum ini pegawai BLUD non ASN itu juga dibekali tentang bagaimana menangani kondisi darurat di RSUD. Misalnya bagaimana mengatasi kebakaran atau Code Red, atau 5 kode darurat lainnya.

“Jadi itu yang kami kenalkan. Karena 6 kode darurat seperti, Code Red, Code Blue atau Coba Green atau kode lainnya itu pasti akan berbeda prosedur atau alur penanganannya,” papar Arman.

Sementara untuk orientasi khusus, sambung Arman, pegawai BLUD non ASN itu akan langsung ditempatkan posisi formasi saat mereka mendaftar.

“Untuk orientasi khusus akan ditempatkan sesuai jabatan mereka, misalnya kalau apoteker yang akan ditempatkan di ruang farmasi, begitu juga dengan perawat,” terang Arman.

“Sementara untuk orientasi khusus ini mereka akan mengikuti jadwal shift dimana posisi mereka akan bekerja,” timpalnya.

Terakhir, Arman menyampaikan, bahwa 43 pegawai BLUD non ASN itu akan mulai resmi bekerja pada bulan Juni 2023 mendatang.

“Mereka mulai dikontrak dan resmi bekerja terhitung sejak awal bulan Juni 2023,” tutur Arman mengakhiri penjelasannya. (Hil/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *