SUMENEP, KanalNews.id — Pimpinan Universitas Annuqayah (UA) Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, menggelar konsolidasi sekaligus buka bersama dengan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Annuqayah (IKA UA) di halaman kampus setempat. Rabu, 11 Maret 2026.
Kegiatan yang mengusung tema bertajuk “Masettong Niat, Makowat Tekat, Kaangguy Nojju UA se Berkat” itu menjadi pertemuan perdana yang mempertemukan pimpinan kampus dan para alumni
Acara berlangsung hangat dengan semangat memperkuat sinergi antara kampus dan alumni dalam mendukung pengembangan Universitas Annuqayah ke depan.
Diketahui pada pertemuan tersebut, dihadiri langsung oleh Rektor Universitas Annuqayah (UA), Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd, para Rektorat, Dekan, Kaprodi, serta civitas akademik dan ratusan alumni UA lintas semua angkatan.
Pada kesempatan itu, Rektor UA, Dr. K.H. Mohammad Hosnan, M.Pd, menceritakan perjalanan panjang berdirinya Kampus Tatakrama itu hingga menjadi universitas.
Rektor UA menjelaskan, sejak awal kampus terus didorong oleh Masyayikh Annuqayah untuk membuka program studi lintas keilmuan, meski berangkat dari basis perguruan tinggi keagamaan.
“Walaupun asalnya kampus keagamaan, kami terus didorong membuka prodi lintas keilmuan, termasuk ilmu kesehatan dan bidang lainnya,” kata Kiai Hosnan dalam sambutannya. Rabu (11/03/2026).
Lebih lanjut, Kiai Hosnan menceritakan, pada 2016 pihak kampus telah mengajukan alih bentuk menjadi universitas kepada Kopertis Wilayah VII. Namun usulan itu ditolak karena pemerintah sedang moratorium pembukaan universitas.
“Tahun 2016 kami sudah mengajukan alih bentuk ke universitas. Tapi ditolak karena saat itu sedang moratorium pembukaan universitas,” jelasnya.
Akibat kebijakan tersebut, sambung Kiai Hosnan, kampus kemudian mendirikan Institut Sains dan Teknologi (IST) Annuqayah sebagai jembatan menuju pembentukan universitas.
“Akhirnya Annuqayah memiliki dua kampus, yakni Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (INSTIKA) dan IST Annuqayah yang dua-duanya Rektornya KH. Abbadi, ” paparnya.
Mantan Aktivis PMII itu menuturkan, langkah baru dilakukan pada 2023 dengan kembali mengajukan perubahan IST Annuqayah menjadi universitas. Upaya itu akhirnya membuahkan hasil.
Pada 2024, Surat Keputusan pendirian Universitas Annuqayah resmi terbit dari Kementerian Pendidikan.
“Alhamdulillah 2023 kami ajukan lagi alih bentuk ISTA ke universitas dan 2024 SK universitas turun dari Kemendikbud,” ungkapnya.
Setelah SK keluar, para masyayikh dan yayasan Annuqayah kemudian kembali mendorong penyatuan antara Instika dengan Universitas Annuqayah. Namun proses tersebut tidak berjalan mudah karena harus melewati berbagai kementerian.
Hosnan mengungkapkan, proses penyatuan bahkan harus melewati tiga pergantian menteri sebelum akhirnya menemukan jalan.
“Proses penyatuan ini tidak mudah. Kami sudah melewati tiga menteri dan berbagai tahapan lobi,” terangnya pula.
Kemudian beliau menambahkan, pada September 2025 Kemendikti Saintek melakukan asesmen lapangan untuk menilai kesiapan program studi yang akan digabungkan.
Dalam proses itu, kampus juga menambah empat program studi baru agar memenuhi persyaratan penggabungan.
Prodi baru tersebut meliputi Artificial Intelligence (AI), Sastra Indonesia, Hukum Bisnis, dan Sains Lingkungan.
“Prodi Artificial Intelligence bahkan menjadi salah satu yang pertama keluar SK-nya untuk perguruan tinggi swasta,” jelasnya.
Kiai Hosnan juga menegaskan dukungan alumni sangat penting dalam memperkuat pengembangan Universitas Annuqayah sebagai kampus pesantren yang terbuka terhadap berbagai disiplin ilmu.
“Alhamdulillah pada 25 Februari kemarin proses penting itu akhirnya bisa dieksekusi,” tuturnya.
Pertemuan konsolidasi ini diharapkan menjadi awal kolaborasi yang lebih kuat antara kampus dan alumni dalam mendorong kemajuan Universitas Annuqayah di masa depan.
“Semoga dengan pertemuan ini menjadi penyemangat untuk kemajuan Universitas Annuqayah kedepan, ” tuturnya.
Oleh karena itu, Kiai Hosnan juga meminta bantuan alumni dalam proses penerimaan mahasiswa baru.
“Di tahun ini kami menargetkan 1500 mahasiswa baru, oleh karena itu kami mohon bantuan dan dorongan para alumni ini, ” harapnya.
Diakhir sambutannya, Kiai Hosnan, tak lupa juga menyampaikan terimakasih kepada para alumni yang turut hadir pada pertemuan tersebut.
“Kami juga menyampaikan terima kepada segenap alumni yang sudah menyempatkan hadir pada pertemuan dan buka puas bersama perdana ini, ” pungkasnya.
Diakhir acara, disepakati oleh pimpinan kampus Universitas Annuqayah dan IKA UA bahwa kegiatan Buka Bersama (Bukber) itu akan dijadikan agenda rutin tahunan yang ditetapkan setiap tanggal 21 Ramadan. (*)





















