Ratusan Warga Pakel Banyuwangi Kompak Tolak Tali Asih Dari PT Bumisari, Ada Apa?

Warga Pakel
Ratusan Warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, Deklarasi Tolak Tali Asih dari PT Perkebunan dan Dagang Bumisari Maju Sukses. (Foto: Dhonny - Kanal News)

BANYUWANGI, KanalNews.id – Setidaknya ada ratusan warga Desa Pakel, Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi, kompak menolak program tali asih dari PT Perkebunan dan Dagang Bumisari Maju Sukses dan bersama Polresta Banyuwangi.

Informasi dihimpun media ini, melalui program tali asih itu para warga menerima uang sebesar Rp 3 juta. Namun tampaknya program tersebut tidak berjan mulus.

Sebab pemberian itu ditolak keras oleh ratusan warga yang tergabung dalam Rukun Tani Sumberrejo Pakel (RTSP). Setidaknya, ada 100 orang lebih yang menolak pemberian tali asih tersebut.

Baca Juga :  Gelar Pelatihan Community Leaders, PNM Banyuwangi Dukung UMKM Naik Kelas

Tidak hanya itu, mereka juga mendeklarasikan diri untuk menolak dan mengaku tidak pernah menerima tali asih yang diberikan.

Bahkan, warga juga menolak mengakui bahwa PT Bumisari sebagai pemilik lahan karena hak guna usaha (HGU) dinilai tidak sah.

”Deklarasi ini dilakukan sebagai aksi penolakan pemberian uang tali asih yang diberikan oleh Bumisari,” tegas Harun, Ketua RTSP kala itu.

Baca Juga :  Ketua DPRD Definitif Kabupaten Banyuwangi Periode 2024-2029 Resmi Dilantik

Lebih lanjut Harun menyebutkan, penolakan tersebut tentunya atas dasar kekompakan warga Rukun Tani.

”Berapa pun uang yang diberikan, tentunya tidak akan membuat Rukun Tani Pakel terpengaruh, demi mempertahankan lahan pertanian yang menjadi penopang hidup warga,” tegas Harun.

Sementara itu, Administratur PT Perkebunan dan Dagang Bumisari Maju Sukses Sudjarwo mengatakan, program tali asih tersebut merupakan bentuk kepedulian Bumisari terhadap warga sekitar perkebunan.

”Tali asih kami berikan sebagai bentuk kepedulian Bumisari,” katanya kepada awak media kala itu.

Baca Juga :  Haji Her Pilih Netral di Pilkada Pamekasan 2024?

Lebih lanjut, Sudjarwo menjelaskan, pihaknya juga mengapresiasi kerja tim terpadu penanganan konflik sosial Banyuwangi, terutama Polresta Banyuwangi karena telah berperan aktif dan menjembatani pemberian tali asih secara langsung.

Oleh sebab itu, Sudjarwo berharap, masyarakat Pakel bisa lebih peduli terhadap perkebunan, khususnya terkait tindakan orang-orang yang merusak perkebunan secara organisasi atau pun kamuflase dari suatu golongan. (*)