SUMENEP, KanalNews.id – Belakangan ini santer isu warga Sumenep meminta Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo mengangkat Sekretaris Daerah (Sekda) harus dari putra daerah.
Isu Sekda putra derah sengaja dihembuskan ke publik ternyata bukan tanpa alasan. Sebagaimana disampaikan Aktivis Gugus Anti Korupsi Indonesia Jawa Timur (GAKI Jatim) Ach. Farid Azziyadi kepada media KanalNews.id.
Menurutnya, dirinya getol menyuarakan Bupati Sumenep harus mengangkat Sekda dari putra daerah sebab menurutnya sejak otonomi daerah Kabupaten Sumenep sudah diisi putra daerah.
“Sejak Otomomi Daerah Berlaku. Sekda Sumenep diisi Putra Daerah diantaranya; Alm H. Fen A.Effendy Said, SE,M.Si, MM, Drs. Moh Saleh, Msi, Drs. Hadi Soetarto, M.Si, Plt Drs. R. Idris, MM dan saat ini Mas Ir. Edy Rasyadi, M.Si, ” katanya kepada KanalNews.id. Senin (09/12/2024).
“Berikutnya InsyaAllah Sekda Sumenep putra asli Sumenep lagi, ” timpal mantan Aktivis PMII Pamekasan itu.
Meski tidak ada regulasi yang mengatur sekda itu harus putra daerah atau non putra daerah, sambung Farid panggilan akrabnya, namun kompetensi, pengalaman dan senioritas harus jadi pertimbangan Bapak Bupati Fauzi untuk mengangkat pitra daerah sebagi Sekda selanjutnya.
“Jadi jika ada calon sekda yang lebih senior, lebih berpengalaman, tidak ada alasan untuk Bupati tidak memilih putra daerah, jadi harapan besar saya, Sekda sumenep, adalah putra daerah, ” ujarnya menegaskan.
“Apalagi penentuan pengangkatan Sekda ini adalah mutlak hak prerogatif Bapak Bupati. Masak iya Bupati Fauzi malah memilih orang luar ketimbang putra daerahnya sendiri!, ” pungkas Farid menegaskan.
Sekedar informasi berikut daftar nama pejabat yang digadang-gadang sebagai calon Sekda Sumenep pengganti Bapak Edy Rasiyadi setelah beliau pensiun, diantaranya sebagai berikut;
1. Arif Firmanto Kepala Bappeda Sumenep
2. Eri Susanto Kepala PUTR Sumenep
3. Agus Dwi Saputra Kepala Dinas Pendidikan Sumenep
4. Chainur Rasyid Kepala DKPP Sumenep
5. Anwar Syahroni Yusuf Kepala DPMD Sumenep
6. Mohammad Iksan Kepala Disbudporapar Sumenep. (*)





















