Hadapi El Nino, DKPP Sumenep Klaim Stock Beras Aman Hingga Musim Tanam Tiba

Hadapi El Nino, DKPP Sumenep Klaim Stock Beras Aman Hingga Musim Tanam Tiba
Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto, Saat Mengecek Stock Beras di Pasar. (Foto: Istimewa).

SUMENEP, KanalNews.id – BMKG memprediksi Kabupaten Sumenep, bakal menghadapi cuaca El Nino, yang bisa berakibat fatal bagi ketahanan pangan dan pertanian. Jum’at, 15 September 2023.

Oleh sebab itu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, Madura Jawa Timur, melakukan langkah-langkah taktis untuk menghadapi cuaca buruk tersebut.

Bacaan Lainnya

Seperti disampaikan, Kepala DKPP Sumenep, Arif Firmanto menyampaikan, bahwa jika mengacu pada prakiraan cuaca yang dirilis oleh BMKG, tahun ini diprediksi akan terjadi El Nino.

Namun, dirinya menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir, sebab pihaknya telah melakukan beberapa langkah agar ketersediaan beras tetap dapat tercukupi.

“Langkah yang kami lakukan menghadapi El Nino ini, yakni salah satunya mendorong petani untuk tetap menanam padi di lokasi-lokasi yang memungkinkan ketersediaan sumber air,” katanya. Jum’at (15/09/2023).

“Selain itu kamu lakukan sosialisasi mitigasi dampak El Nino dan perubahan iklim kepada petani/kelompok tani melalui penyuluhan, serta melakukan teknologi peningkatan produktivitas dan rekayasa sistem tanam,” imbuh pria dengan sederet prestasi itu.

Melalui langkah-langkah tersebut, Arif panggilan akrabnya menegaskan bahwa kebutuhan stock beras aman hingga musim tanam tiba.

“Berdasarkan data kostratani terakhir Agustus 2023,produksi beras total Januari hingga Agustus 115.221,9 ton dan masih terdapat sisa stock produksi 45.533,3 ton beras, ” ungkapnya.

“Sementara kebutuhan konsumsi perkapita seminggu, Kabupaten Sumenep sekitar 1.878,87 ton beras (berdasarkan Susenas 2021). Dengan demikian, diprediksi ketersediaan beras hingga tingkat desa tercukupi, ” pungkas arif menegaskan. (Man/Red). 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *