SUMENEP, KanalNews.id — Dunia pendidikan Kabupaten Sumenep kembali menorehkan prestasi pada ajang Intelligent Students Competition (ISCO) MIPA 2025 tingkat sekolah dasar, pelajar daratan dan kepulauan tampil gemilang.
Kompetisi bergengsi ini berlangsung selama dua hari, yakni pada hari Selasa 27 dan Kamis 29 Oktober 2025, di Gedung Ki Hajar Dewantara, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.
Sebanyak 40 finalis terbaik beradu kemampuan. Dua puluh peserta dari wilayah daratan hadir langsung, sementara 20 peserta dari Arjasa, Kangayan, Sapeken, Giligenting, dan Gayam berpartisipasi secara daring.
Suasana kompetisi penuh semangat. Peserta, guru pendamping, dan panitia menunjukkan tekad membentuk generasi muda berkarakter ilmiah dan berdaya saing tinggi.
Capaian ini menegaskan posisi sekolah dasar di wilayah daratan Sumenep sebagai barometer kemajuan akademik dan pembinaan karakter ilmiah di tingkat kabupaten.
Wilayah kepulauan juga menunjukkan kemampuan luar biasa. Meski terbatas fasilitas dan jarak, para siswa tampil percaya diri dan kompetitif.
Pemerataan pendidikan di Sumenep terbukti bukan sekadar slogan. Hasil nyata terlihat dari prestasi siswa kepulauan yang terus meningkat.
Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Agus Dwi Saputra, mengapresiasi semangat dan dedikasi seluruh peserta ISCO MIPA 2025, baik dari daratan maupun kepulauan.
“Kompetisi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan bahwa anak-anak Sumenep memiliki potensi luar biasa di bidang sains dan matematika,” kata Kepala Disdik Sumenep. Rabu (29/10/2025).
Lebih lanjut, Agus panggilan akrabnya menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen memperkuat pemerataan mutu pendidikan dan memperluas akses pembinaan akademik hingga ke daerah terpencil.
“Kami ingin memastikan anak-anak kepulauan punya kesempatan yang sama untuk berprestasi. Mereka bukan hanya kebanggaan sekolah, tapi juga kebanggaan Sumenep,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdik Sumenep, Ardiansyah Ali Shochibi, menuturkan ISCO MIPA bukan sekadar lomba akademik, tetapi wadah pengembangan berpikir kritis dan percaya diri.
“Ajang seperti ini bukan hanya lomba, tapi juga ruang pembentukan karakter ilmiah. Siswa belajar terbuka terhadap tantangan dan berinovasi,” katanya.
Senada juga disampaikan Analis kegiatan, Ahmad Rasul Hariz, menilai ISCO MIPA 2025 mencerminkan kemajuan pendidikan Sumenep, terutama di kepulauan yang kini semakin aktif berkompetisi.
“Selama ini banyak yang memandang anak-anak kepulauan sulit bersaing karena keterbatasan fasilitas. Tapi ISCO MIPA 2025 membuktikan semangat bisa menembus batas,” ucapnya.
Ia menambahkan, keberhasilan ini buah kerja keras guru, kepala sekolah, dan siswa yang berkomitmen meningkatkan mutu pembelajaran.
“Anak-anak ini bukan hanya juara kabupaten, tapi calon duta pendidikan yang siap membawa nama baik Sumenep ke tingkat nasional,” pungkasnya. (*)





















