NTT  

Proyek Matim Banyak Masalah, Diduga Anggaran Korupsi Digunakan Untuk Pilkada 2024, Mantan PUPR, Yos Marto, Disoroti

Mantan kepala dinas PUPR Manggarai Timur.

NTT, KanalNews.id – Proyek Tahun 2023 banyak sorotan, kini Mantan Kepala Dinas PUPR, Yohanes Marto, menjadi sorotan publik. Hal tersebut dikarenakan proyek tahun 2023 banyak mangkrak dan kualitas buruk yang diduga anggaran dikorupsi untuk dipergunakan dalam konetestasi Pilkada .

Tersontak dipikiran publik tentang anggaran yang pinjam di Bank NTT sebesar Rp.90.750.000.000 yang dimana anggaran tersebut dipergunakan untuk membangun beberapa paket jalan.

Proyek Jalan diduga bermasalah.

Berikut paket jalan yang dibagun menggunakan anggaran pinjaman daerah di Bank NTT diduga Bermasalah.

Pertama, Peningkatan jalan Sok-Wae Care Pagu dana senilai Rp 10 miliar.

Kedua, Peningkatan jalan Kembur- Paka- Nceang pagu dana senilai Rp 14,2 miliar.

Ketiga, Peningkatan jalan Kembur- Watungiung- Metuk pagu dana senilai Rp 20 miliar.

Baca Juga :  Gelar Perkara Kasus Pencurian Melibatkan PPK Dinas PPO Matim Dilaksanakan Tanggal 17 November 2025.

Keempat, Peningkatan jalan Dangka Mangkang- Watunggong pagu dana senilai Rp 30 miliar.

Kelima, Peningkatan Jalan Tangkul- Benteng Jawa pagu dana senilai Rp 13,5 miliar.

Keenam, Peningkatan jalan Lengko Ajang- Rana Kulan- Pota pagu dana senilai Rp 14,6 miliar.

Namun dibeberapa paket yang dibangun diduga bermasalah,  kualitas proyek tidak terjaga yang dibangun asal jadi sehingga anggaran miliaran rupiah tidak benar-benar dipergunakan dengan baik.

Tidak hanya dana pinjaman daerah yang disoroti. Juga anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) dipergunakan untuk membanun proyek Air Minum Bersih (AMB) diduga anggaran dipergunakan untuk Pilkada sehingga pembagunana molor.

Seperti pembagunan AMB di Desa Gising dengan angaran miliaran rupiah. Temuan ketika Pansus DPRD Manggarai Timur, namun proyek ini sejak tahun 2023 dan sampai saat ini belum maksimal pekerjaanya.

Baca Juga :  Proyek 15,6 Miliar di Kisol-Paan Leleng Yang Dikerjakan PT Wijaya Graha Prima Diduga Gunakan Material Ilegal

Berikut beberapa paket proyek pembagunan AMB yang menjadi sorotan warga.

Pertama, peningkatan SPAM jaringan perpipaan AMB Satar Padut di wilayah Kecamatan Lamba Leda Utara. Pagu anggarannya Rp 2.572.959.000.

Kedua, pembangunan SPAM jaringan perpipaan AMB Desa Gising, Kecamatan Elar Selatan dengan pagu anggaran sebesar Rp. 2.217.074.650.

Ketiga, pembangunan SPAM jaringan perpipaan AMB Desa Lengko Namut, Kecamatan Elar, dengan pagu anggaran sebesar Rp 4.275.035.000.

Keempat, perluasan SPAM jaringan perpipaan AMB Desa Wae Rasan, Kecamatan Elar Selatan, dengan pagu anggaran sebesar Rp 1.327.159.000.

Sementara satu paket lainnya bersumber dari DID dengan pagu anggaran sebesar Rp 3.480.000.000. Dana ini untuk intervensi pembangunan jaringan AMB Kota Borong.

Baca Juga :  Polres Ende Sosialisasikan Bahaya Kenakalan Remaja dan Narkoba Pada Siswa SMP

Juga proyek AMB di Rana Mesak menelan anggaran sebesar Rp. 5,6 Miliar. Peroyek ini dikerjakan secara bertahap sejak tahun 2018.

Bukan hanya itu yang menjadi sorotan, banyak proyek-proeyek lain juga yang disoroti. Nama, Yos Marto, terus mengalir dipikiran warga.

Sehingga dengan banyak permasalahan tersebut, duga kuat anggaran dipergunakan dalam kontestasi pilkada.

Organisasi GMNI NTT mendesak Kejagung dan KPK untuk segerah mengusut kembali proyek-proyek yang diduga molor dan tidak berkualitas.

GMNI mengklaim, banyak proyek kerja asal jadi, kualitas buruk, pekerjaan mandek, dan kerja tidak sesuai dengan petunjuk teknis.