PC NU Sumenep Resmikan Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah MWCNU Pasongsongan

PC NU Sumenep Resmikan Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah MWCNU Pasongsongan
Rois Syuriah PC NU Sumenep, KH Hafidhi Sarbini, Saat Menandatangani Prasasti Peresmian Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah MWCNU Pasongsongan. (Foto: Kanal News).

SUMENEP, kanalnews.idPC NU Sumenep, Madura, Jawa Timur, meresmikan gedung KH Abdul Wahab Hasbullah Majlis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pasongsongan. Minggu (14/05/2023).

Berdasarkan informasi dihimpun media kanalnews.id, peresmian kantor baru milik pengurus MWC NU diresmikan langsung oleh Ketua PC NU Sumenep KH A Pandji Taufiq dan Rais PCNU Sumenep, KH Hafidhi Sarbini, yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.

Bacaan Lainnya

Diketahui, gedung yang berlokasi di Desa Panaongan, Kecamatan Pasongsongan ini mulai dibangun sejak bulan September 2022 tahun lalu. Dirancang dengan konstruk bangunan dua lantai seluas 20 x 12 meter.

Ketua PC NU Sumenep, KH A Pandji Taufiq menuturkan bahwa pihaknya sangat menyambut baik dan bangga atas pembangunan gedung tersebut. Tanah yang semula tak terawat, kini disulap menjadi gedung megah rumah warga NU Pasongsongan.

“Kami turut berbahagia dan senang atas didirikannya gedung ini. Berkat perjuangan Rais dan Ketua MWCNU Pasongsongan, bebatuan yang bertanah, bukan tanah yang berbebatuan ini disulap menjadi gedung yang megah ini,” ujarnya saat menyampaikan sambutan.

Kiai Pandji, sapaan lekatnya, lantas menyebut bahwa penamaan gedung KH Wahab Hasbullah sangat tepat. Sebab Muassis NU yang satu ini, dulu pernah datang ke bumi Pasongsongan. Meski Ia belum bisa menjelaskan pasti kapan tahunnya.

“Dulu KH Wahab Hasbullah pernah datang ke Pasongsongan ini. Cuman belum tahu pasti kapan itu. Yang jelas berdasarkan cerita dari lisan ke lisan seperti itu,” terangnya.

Gedung NU tidak hanya sebagai repesentasi infrastruktur, melainkan juga wujud semangat warga NU dalam menghidupkan nilai-nilai ke-NU-an. Hingga menjelma gedung megah yang dibangun pertama kali di abad kedua usia NU.

“Tapi sesungguhnya, pusat NU ini bukan di gedung ini. Gedung ini hanyalah sebatas penanda, simbol. Pusat NU ini justru ada di kampung-kampung. Maka ini yang perlu kita jaga bersama,” pintanya.

Hadirnya NU di kampung-kampung, lanjut Kiai Pandji, sangat penting. Mengingat, eksistensi guru ngaji bersama dengan mushalla dan masjidnya perlu disejahterakan.

“NU wajib hadir di mushalla dan masjid. Karena kita punya utang budi ke mereka. Bagaimana NU bisa menebar manfaat bagi guru ngaji,” lanjutnya.

Diketahui, peresmian Gedung KH Abdul Wahab Hasbullah MWCNU Pasongsongan ini dihadiri jajaran pengurus Syuriah dan Tanfidziyah PC NU Sumenep, Forkopimka Pasongsongan, lembaga dan badan otonom NU serta tokoh masyarakat setempat.

Turut hadir pula, KH Muhammad Shalahuddin A Warits, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Guluk-Guluk sebagai pemateri dalam Dialog Kebangsaan dengan tema ‘NU dan Komitmen Politik Kebangsaan’. (**/Red).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *