Opini  

Ngompori Rakyat Hal Positif Itu Ibadah

Ngompori Rakyat
Ki Demang Nur, Salah Seorang Aktivis Sosial di Kecamatan Banding, Sumenep (Foto: Kanal News).

KanalNews.id – Salah satu fungsi kelompok intelektual, kelompok yang pernah makan bangku sekolah dan kampus adalah sebagai agen of change (agen perubahan). Tentu perubahan yang positif, bukan ngompori rakyat yang bersifat destruktif.

Agen of change dapat diartikan sebagai bentuk cawe-cawe yang konkrit dan positif. Bukan cawe-cawe yang menabrak aturan yang ada sebagaimana yang viral belakangan ini.

Sebagai contoh dalam kondisi saat ini dimana kondisi perekonomian sedang mengalami kelesuan akibat melemahnya pertumbuhan ekonomi dan menurunnya tingkat produktivitas masyarakat kecil yang bergerak dalam usaha kecil menengah, serta naiknya harga kebutuhan yang tak terbendung.

Dalam situasi saai ini dibutuhkan berbagai upaya yang dapat mendorong produktifitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi.

Disinilah pentingnya motivasi (ngompori) yang aplikatif guna meningkatkan semangat masyarakat dan inspirasi yang melahirkan inovator disemua elemen masyarakat yang ada.

Baca Juga :  KPK Ke Sumenep, Harusnya Tak Perlu “Ganggu” Wartawan

Sebab diakui atau tidak bahwa negri ini diberkahi kekayaan yang melimpah dan bisa dimanfaatkan dan dikembangkan untuk memakmurkan rakyatnya.

Benarkah demikian adanya ?

Saat kita menelusuri berbagai macam aktivitas warga masyarakat diberbagai pelosok desa, akan ditemukan berbagai macam usaha yang sedang digeluti warganya. Mulai dari usaha skala home industri, pertanian, peternakan, perikanan sampai usaha kuliner.

Dari sekian banyak kegiatan usaha yang digeluti tersebut, ternyata banyak kegiatan usaha yang dapat dikategorikan kreatif dan inovatif.

Berikut salah satu contoh kerajinan rakyat kecil yang kreatif dan inovatif:

1. Keterampilan kerajinan yang berbasis limbah perkebunan.

Keterampilan atau kerajinan ini seperti batok kelapa dan bambu yang dicetak menjadi kerajinan tangan yang bernilai seni dan indah seperti Teko dari batok kelapa, lampu hias dari bambu, asbak dan peralatan dapur lainnya.

Baca Juga :  Gawat.! Ada Catatan M1 Dalam "OTT" Disperindag 2021

Kerajinan ini sudah dikembangkan khususnya dikecamatan Ganding kabupaten Sumenep sejak sebelum covid tahun 2019.

2. Inovasi didunia pertanian.

Di kecamatan Ganding juga ada petani kreatif dan yang tidak mau menyerah karena faktor keterbatasan.

Jika para petani pada umumnya menggantungkan pada prodak pabrikan seperti pupuk dan obat-obatan, justru petani kreatif itu mengembangkan pupuk cair alami meskipun untuk kebutuhannya sendiri sampai sekarang.

3. Kreativitas dan inovasi rakyat dibidang peternakan

Belakangan juga ada sekelompok komunitas kecil yang bereksperimen dalam dunia ternak untuk mengembangkan pakan ternak yang berbasis limbah pertanian.

Pakan ternak tersebut dibuat untuk memenuhi kebutuhan ternak unggas sampai hewan ternak berkaki 4 yang selama ini menggantungkan prodak pakan pabrikan.

Baca Juga :  Sukses Digelar, Festival Gerak Jalan Inovatif Mascot DU 2023 Sedot Ribuan Penonton

Dari banyaknya temuan tersebut diatas sebenarnya belum terekspose ke publik dan menunjukkan bahwa masyarakat sebenarnya kreatif dan inovatif, tidak ingin menyerah atas kesulitan yang sedang dihadapi.

Jika pemerintah tahu kondisi dibawah, dipastikan akan mendorong dan mendukung kreativitas warga masyarakat tersebut, khususnya pimpinan OPD terkait.

Kita tunggu saja gebrakan pemerintah berikutnya dari berbagai kegiatan yang ada.

 

Oleh : Ki Demang Nur

Sumenep, 5 Februari 2024

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *