Langkah Pemprov Babel Tangani Pendangkalan Alur Muara Sungai Jelitik

Langkah Pemprov Babel Tangani Pendangkalan Alur Muara Sungai Jelitik
Muara Sungai Jelitik di Bangka Belitung yang Akan Dilakukan Pedangkalan. (Foto: Imran - Kanal News)

BANGKA BELITUNG, kanalnews.id – Penjabat Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), Ridwan Djamaluddin menegaskan, kondisi pendangkalan alur muara Sungai Jelitik Sungailiat adalah hal yang darurat.

Ditegaskannya saat melakukan peninjauan secara langsung di muara Sungai Jelitik, terkait solusi dari Pemerintah Provinsi Kep. Babel mengenai arah kebijakan yang dilakukan pemerintah dalam menangani hal ini pihaknya berjanji akan melakukan langkah yang konkrit.

Informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan bahwa, dikatakan Pj. Gubernur Ridwan Djamaluddin yang akan dilakukan Pemerintah Provinsi adalah melakukan penanganan awal dengan pengerukan dalam jangka panjang dan jangka pendek di Sungai Jelitik tersebut, sehingga nelayan bisa kembali lancar keluar masuk muara tersebut.

Baca Juga :  Terbukti Tidak Bersalah, PN Mojokerto Tolak Gugatan Sutejo Atas FIFGROUP

“Dalam peninjauan ini kita sepakat untuk membuka alur, agar nelayan mudah keluar masuk. Ini akan kita usahakan secepatnya,” katanya kepada awak media. Minnggu (05/03/2023).

bahkan dirinya ingin persoalan tersebut secepatnya ditangani, setelah itu baru pembahasan hal terkait lainnya. Pemprov. Kep. Babel akan membuka alur dengan meminjam alat berat perusahaan, dan ada juga beberapa pihak yang datang untuk bekerja sama dengan Pemprov. Kep. Babel.

Baca Juga :  Sebanyak 717 KPM di Desa Lengkong Terima Bansos BPNT Tahap II

Dalam maksud ini, perwakilan nelayan Sungailiat An menyampaikan keluh kesahnya. Saat ini mereka sangat berharap penanganan muara Sungai Jelitik dapat dilakukan segera, sebab hal ini berimbas terhadap terganggunya aktivitas para nelayan.

“Saya tidak bisa kerja melaut karena tidak bisa keluar masuk muara dan kami meminta yang terbaik, asal alur muara bisa terbuka dan dilewati dan aktivitas nelayan dapat berjalan dengan baik. Kami sudah satu minggu tidak bisa melaut, akibat hal ini kami kehilangan mata pencaharian,” ujar An. (Imran/Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *