SUMENEP, KanalNews.id – DPRD Sumenep menyoroti stagnasi pendapatan asli daerah (PAD) yang membuat APBD 2025 masih bergantung pada dana transfer pemerintah pusat.
APBD Sumenep 2025 mencapai Rp 2,83 triliun, dengan 87 persen atau Rp 2,26 triliun berasal dari pusat. Sementara PAD hanya Rp 318,33 miliar.
“Ketergantungan daerah terhadap pusat masih sangat besar. Perlu terobosan agar Sumenep lebih mandiri secara fiskal,” kata Wakil Ketua DPRD Sumenep, Dul Siam. Jum’at (07/03/2025).
Oleh sebab itu, Politisi PKB itu mendorong Pemkab Sumenep berinovasi dan memaksimalkan program untuk mengurangi ketergantungan terhadap dana pusat.
Bahkan Dul Siam menekankan pentingnya langkah konkret untuk meningkatkan PAD, terutama dari sektor pariwisata dan potensi daerah lainnya.
“Peningkatan PAD harus menjadi program prioritas agar tidak terus-menerus bergantung ke pusat,” ungkapnya.
Menindaklanjuti hal itu, sambung Dul Siam, Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sumenep akan mengundang tim anggaran pemerintah daerah (TAPD) dan OPD terkait.
“Kami ingin tahu strategi Pemkab Sumenep dalam meningkatkan PAD dan alasan stagnasi. Target PAD minimal Rp 350 miliar,” ujarnya.
Untuk diketahui, DPRD Sumenep berencana rutin akan mengevaluasi strategi peningkatan PAD agar ketergantungan fiskal daerah bisa berkurang. (*)





















