IWO Sumenep dan UPI Sepakat Perkuat Literasi Jurnalistik

IWO Sumenep
Sesi Foto Bersama IWO Sumenep bersama Rektor UPI Usai Teken MOU Penguatan Literasi Jurnalistik Kampus. (Foto: Pant - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id — Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumenep resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas PGRI Sumenep pada Kamis, 27 November 2025.

Penandatanganan Memorandum of Understanding berlangsung di kampus UPI dan menjadi langkah awal penguatan literasi serta kompetensi jurnalistik di lingkungan akademik.

Kesepakatan ini menempatkan fokus pada peningkatan literasi media, pendampingan publikasi, serta pengelolaan informasi kampus secara profesional dan beretika.

Baca Juga :  Strategi Jitu KPU Sumenep Sukses Dongkrak Partisipasi Pemilih

Ketua IWO Sumenep, Imam Mustain R, menegaskan bahwa kerja sama tersebut bukan sekadar formalitas administratif.

“Ini adalah ikhtiar bersama agar mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika semakin melek media,” katanya di Graha Kemahasiswaan UPI. Kamis (27/11/2025)

Lebih lanjut, Imam menambahkan, pentingnya pemahaman kerja jurnalistik profesional di tengah derasnya arus informasi digital.

Imam, yang akrab disapa Imam Kachonk itu memastikan IWO siap mendampingi kampus melalui pelatihan dan program penguatan kompetensi jurnalistik.

Baca Juga :  Melalui Seminar, DKPP Sumenep Genjot Strategi Swasembada Pangan Nasional

“Kami berharap kolaborasi ini tidak berhenti di acara seremonial,” tegasnya.

Imam juga menilai UPI harus menjadi kampus yang kuat dalam literasi serta mampu menghasilkan informasi berkualitas.

Ditempat yang sama, Rektor UPI Sumenep, Asmoni, menyambut positif kerja sama tersebut dan menilai kehadiran IWO sangat penting bagi mahasiswa.

“Kami sangat menyambut baik kolaborasi ini,” terang Asmoni.

Baca Juga :  Dinilai Lamban, Verval Penerima BLT DBHCHT di Bangkalan Belum Kelar, Dinsos: Masih Proses Verifikasi

Menurutnya, IWO akan menghadirkan perspektif praktis yang relevan bagi pengembangan literasi jurnalistik di kampus.

Bahkan menurutnya, mahasiswa membutuhkan pengalaman langsung dari para praktisi, bukan sekadar teori dalam ruang kuliah.

“Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan pengalaman langsung dari para praktisi media,” tukasnya. (*)