Pengelolaan Dana Banpol Diduga Tak Jelas, Internal Partai Nasdem Sumenep Bergejolak

Nasdem
Ilustrasi Dana Banpol DPD Partai Nasdem Sumenep. (Foto: Ist For Kanal News).

SUMENEP, KanalNews.id – Tersiar kabar jika di tubuh DPD Partai Nasdem Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tengah bergejolak lantaran dana Banpol (Bantuan Partai Politik).

Isu miring ini terungkap usai Bendahara Umum DPD Partai Nasdem Sumenep, Taufik, mengaku sudah menhundurkan diri dari jabatannya sejak tahun 2023 kemarin.

Ketika dikonfirmasi media, Taufik mengungkapkan, bahwa dirinya tidak pernah dilibatkan dalam persoalan kepartaian.

Taufik bilang, dirinya seolah tidak memiliki peran di partai tersebut. Bahkan, Taufik mengaku tidak tahu soal adanya dana bantuan partai politik (Banpol) sejak 4 tahun terakhir selama ia menjabat sebagai Bendahara Umum di DPD Nasdem Sumenep.

“Saya tidak pernah tahu masalah keuangan partai, bahkan tidak tahu sama wujud uangnya,” kata Taufik saat dikonfirmasi melalui sambungan teleponnya, Kamis (17/5/2024) sore.

Bahkan, kata Taufik, soal pencairan dana Banpol dirinya tak pernah dilibatkan oleh Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep.

“Iya betul, (coba bisa ditanyakan ke Pak Jakfar, orang keduanya Pak Ketua, red). Silahkan bisa dikonfirmasi yang bersangkutan. Saya tidak pernah dilibatkan soal tanda tangan pencairan itu,” ungkapnya menegaskan.

Bahkan, dirinya juga mengaku tidak tahu dan tidak pernah dilibatkan dalam pembuatan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) dana Banpol tersebut selama menjabat kalau memang benar Partai Nasdem dapat Banpol.

Di sisi lain, Taufik membeberkan mengapa ia harus keluar dari Bendahara Umum DPD Partai Nasdem Sumenep.

Ia menilai, pengurus DPD Partai Nasdem Sumenep tidak terbuka dan dirinya merasa hanya dijadikan sebagai pelengkap saja.

Baca Juga :  Spektakuler.! Madura Ethnic Carnival Hipnotis Ribuan Penonton Berkunjung ke Sumenep

“Jadi saya tidak pernah dikasih peran sama sekali selama jadi bendahara. Keterbukaan di sana itu tidak ada. Sebab itu saya berpikir untuk keluar saja, karena tidak ada fungsinya di sana,” papar Taufik.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Nasdem Sumenep, Moh. Hosni, membantah soal kabar miring gejolak di internal partainya itu.

“Ya nggak mungkin kalau Bank itu mencairkan uang tanpa ada bendahara, kan lucu,” bantah Hosni saat diwawancara KanalNews.id.

Menurutnya, ada staf kantor yang mengatur tentang pencairan dana Banpol di samping fungsi dari bendahara umum partai.

Hosni juga membantah soal Taufik yang tidak diberikan peran saat menjabat sebagai Bendahara Umum DPD Partai Nasdem Sumenep.

“Itu sudah diumumkan di grup aplikasi WhatsApp. Segala informasi internal partai, saat pertemuan dan lainnya. Sekarang kan sudah jaman digital,” kata Hosni.

“Kalau bilang tidak pernah dilibatkan, saya tidak bisa berkata-kata. Atau bisa dikonfirmasi ke kantor, di sana ada buktinya,” tambahnya lebih lanjut.

Terpisah, Kepala Bakesbangpol Sumenep, Achmad Dzulkarnain mengatakan, mengenai pencairan dana Banpol 2024 sesuai hasil perolehan suara Pemilu 2019, dicanangkan terealisasi pada Agustus nanti.

Karena, jadwal pelantikan anggota DPRD Sumenep yang baru, diprediksi terlaksana pada bulan tersebut.

“Intinya untuk anggaran Banpol itu sudah kami cairkan termasuk Partai Nasdem untuk yang tahun 2023 semuanya. Sementara untuk yang tahun 2024 masih dalam pengajuan SPJ,” kata Dzulkarnain saat ditemui di kantornya.

Baca Juga :  Merasa Tertekan, 3 Pemdes Minta Pembatalan Tukar Guling TKD Kepada Bupati Sumenep

Sekedar informasi, dana Banpol yang dialokasikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep cukup fantastis. Tahun ini, total pagu anggarannya mencapai sebesar Rp1,9 miliar.

Nominal dana Banpol tersebut, mengalami kenaikan dari pada pagu anggaran yang tersedia pada tahun 2014-2020. Selama beberapa tahun tersebut, alokasi dana Banpol di Kota Keris sebesar Rp1.575 per suara.

Sedangkan, hasil Pemilu 2019, dari total 10 partai politik (Parpol) pemenang terkumpul suara sebanyak 639.810. Maka jumlah pagu anggaran yang disediakan Pemkab Sumenep untuk dana Banpol, yaitu sebesar Rp1.007.700.750

Sementara itu, pada tahun 2021 sampai sekarang, ada kenaikan anggaran dana Banpol menjadi Rp 3 ribu per suara. Maka dari itu, total pagu anggaran yang disediakan bertambah hampir dua kali lipat, yaitu menjadi Rp1.919.430.000 untuk 10 parpol pemenang.

Sekadar informasi, berikut adalah rincian alokasi anggaran dana banpol untuk 10 Parpol pemenang sesuai perolehan suara pemilu 2019. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mendapatkan 10 kursi dengan jumlah perolehan suara sebanyak 145.915. Dana Banpol yang dialokasikan, sebesar Rp437.745.000.

Kemudian, Partai Gerindra mendapat jatah enam kursi dengan perolehan suara 81.214. Maka dana Banpol yang disediakan sebesar Rp243.642.000. Selanjutnya, disusul Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebanyak lima kursi dengan perolehan suara 66.011 dan anggaran dana Banpol sebesar Rp198.033.000.

Berikutnya adalah Partai Nasdem, memperoleh tiga kursi dengan jumlah suara 36.647. Partai tersebut mendapat jatah Banpol sebesar Rp109.941.000.

Baca Juga :  Melalui Bappeda, Pemkab Sumenep Gelar RPJPD Tahun 2025-2045 dan RKPD 2025

Lalu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendapatkan dua kursi anggota dewan dengan perolehan suara 31.942. Maka dana banpol yang disediakan untuk Parpol ini sebesar Rp95.826.000.

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendapatkan tujuh kursi dari 65.341 suara. Anggaran dana Banpol yang disediakan untuk partai tersebut, sebesar Rp196.023.000.

Partai Amanat Nasional (PAN) memperoleh 6 kursi dari 82.062 suara. Dana Banpol yang menjadi jatahnya sebesar Rp246.186.000.

Berikutnya, Partai Hanura memiliki tiga kursi anggota DPRD Sumenep, dengan perolehan suara sebanyak 41.589. Maka dana Banpol yang disediakan sebesar Rp124.767.000.

Partai Demokrat memperoleh tujuh kursi dengan jumlah suara sebanyak 74.011. Maka dana Banpol yang menjadi jatahnya sebesar Rp222.033.000.

Terakhir, Partai Bulan Bintang (PBB), pada pemilu 2019 mendapatkan satu kursi anggota DPRD Sumenep. Perolehan suara yang terkumpul sebanyak 15.078. Maka dana Banpol yang dialokasikan untuk partai tersebut sebesar Rp45.234.000. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *