Tahun Ini, Dinsos P3A Sumenep Siapkan Bansos untuk 400 Disabilitas dan Lansia

Kepala Dinsos P3A Sumenep
Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin Saat Dikonfirmasi di Ruang Kerjanya. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep menyiapkan anggaran Rp400 juta untuk membantu 400 disabilitas dan lansia kurang mampu di tahun 2025.

Kepala Dinsos P3A Sumenep, Mustangin, menyatakan pihaknya telah melakukan pendataan penerima bantuan sosial (Bansos) tersebut dengan dibantu tmTKSK dan Pendamping PKH. Rencananya dari 400 orang itu separuh penerima untuk disabilitas, separuh lainnya lansia.

Baca Juga :  Jadi Pelopor Transformasi Layanan Kesehatan, RSUDMA Raih Penghargaan SMSI Award 2025

“Kami telah mendata calon penerima. Bansos ini diharapkan meringankan beban mereka yang benar-benar membutuhkan,” kata Mustangin pada media ini di ruang kerjanya. Rabu (05/03/2025).

Lebih lanjut, Mustangin menjelaskan, setiap penerima akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta. Bagi lansia, pihaknya memprioritaskan kepada mereka yang berusia 90 tahun ke atas.

“Lansia yang diprioritaskan berasal dari kelompok Desil 1, yaitu mereka yang berusia paling rentan dan kurang mampu,” jelas Mustangin.

Baca Juga :  Hadirkan Expo Seru, BNI Bakal Luncurkan Aplikasi WONDR di Pamekasan

Guna mensukseskan program tersebut, sambung Mustangin, Dinsos P3A Sumenep terus berkoordinasi dengan sejumlah OPD terkait dan Pemerintah Desa untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan diterima oleh yang berhak.

“Kami ingin bansos ini benar-benar bermanfaat bagi penerima. Oleh karena itu, kami sangat berhati-hati dalam proses verifikasi,” katanya.

Oleh sebab itu, Mustangin berharap program ini dapat berlanjut dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan disabilitas serta lansia di Sumenep.

Baca Juga :  Kasus Fraud Bank Jatim Makin Memanas, Kuasa Hukum Bang Alief Beber 22 Nama Ikut Terlibat?

“Harapan kami, bansos ini bisa membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka dan meningkatkan kualitas hidup,” pungkasnya. (*)