PAMEKASAN, KanalNews.id – Persoalan distribusi air bersih di Desa Pandan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, kembali menjadi sorotan. Air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat, ternyata tak sesuai harapan.
Ketua LSM Gerakan Masyarakat Pamekasan (GEMPA), Abdussalam, mengatakan bahwa, hambatan utama pendistribusian air bukan terletak pada teknis pelayanan PDAM, melainkan lebih kepada persoalan anggaran.
“Dari hasil komunikasi kami dengan masyarakat dan pihak PDAM, ternyata kendalanya terletak pada anggaran, pipa distribusi yang mengarah ke Desa Pandan berdiameter kecil dan butuh diganti, namun biayanya cukup besar,” kata Abdussalam, Sabtu (24/5/2025).
Namun, menurutnya masalah tidak hanya itu. ia mengungkapkan adanya dugaan lain yang memperumit situasi, yakni adanya intervensi politik lokal.
“Kami mendapat informasi dari warga, bahwa distribusi air ini juga kerap dijadikan isu politik oleh pihak tertentu. Ada dugaan ada penjegalan dari lawan politik, sehingga proyek pengadaan air bersih tidak berjalan lancar,” tambahnya.
Sayangnya isu tersebut dibantah oleh PDAM sendiri. Menurut mereka persoalan terletak pada Pipanisasi.
“Setelah kami konfirmasi, PDAM menyampaikan bahwa mereka tidak pernah menjegal proses distribusi air. Kendala utamanya tetap pada anggaran dan infrastruktur,” tegasnya.
Saat ini, survei lapangan telah dilakukan dan menghasilkan Rencana Anggaran Biaya (RAB), dalam rapat desa, seluruh pihak menyepakati bahwa proyek perbaikan jaringan air bersih harus segera direalisasikan demi kepentingan masyarakat.(*)





















