Ciptakan Pertanian Digital, DKPP Sumenep Luncurkan Aplikasi PETA-NI

Aplikasi PETA-NI
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid Saat Melaunching Aplikasi PETA-NI. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep, meluncurkan aplikasi PETA-NI pada Jumat (18/10/2024). Peluncuran ini dihadiri oleh seluruh penyuluh pertanian.

Diketahui, aplikasi PETA-NI dirancang untuk mempermudah pemetaan dan pengelolaan infrastruktur pertanian secara digital. Aplikasi ini mendukung pengumpulan data infrastruktur pertanian di Sumenep.

Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyatakan peluncuran ini sebagai langkah nyata menuju modernisasi pertanian di Sumenep.

Baca Juga :  Tidak Kurang dari 12 Hari, Polres Pamekasan Ungkap 14 Kasus dengan 19 Tersangka

“Kami berharap aplikasi ini dapat membantu petani di Sumenep untuk menghasilkan data yang akurat,” kata Inung panggilan kepala DKPP Sumenep saat meluncurkan aplikasi PETA-NI. Jumat (18/10/2024).

Lebih lanjut, Inung menjelaskan bahwa aplikasi tersebut memiliki fitur untuk memantau infrastruktur seperti irigasi dan jalan. Petani dapat melaporkan kerusakan atau kebutuhan infrastruktur melalui aplikasi digital tersebut.

Baca Juga :  Modus Sedekah, Kacabdin Sumenep Diduga Lakukan Pungli Terhadap Guru Terkena Mutasi

“Dengan aplikasi ini, kita dapat pemantauan bisa lebih cepat dan real-time tentang infrastruktur pertanian serta memudahkan pengambilan keputusan pemerintah,” ujar Inung.

Inung menambahkan, aplikasi ini memudahkan petani mengusulkan pembangunan atau melaporkan masalah infrastruktur. “Irigasi rusak bisa langsung dilaporkan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Pertanian DKPP, Erfan Evendi, menyatakan aplikasi ini membawa Sumenep menuju era digital.

Baca Juga :  Berkutat Pada Pemeriksaan Saksi, Proses Hukum Dinilai Lamban, Korban Penipuan BRI Sumenep Kecewa!

“Kami berkomitmen ke depan kita pasti memanfaatkan teknologi seperti PETA-NI untuk mengakomodir kebutuhan para petani,” ungkap Erfan.

Bahkan menurutnya, DKPP berencana menambah fitur baru, seperti pemetaan komoditas, prediksi cuaca, dan sistem monitoring panen.

“Kami ingin sektor pertanian Sumenep lebih siap lagi menghadapi tantangan global,” pungkasnya.