SUMENEP, KanalNews.id – Sejumlah kader Partai NasDem Sumenep mendirikan kantor tandingan yang dinamai Kantor NasDem Korda Madura Raya dengan background foto Ketum DPP NasDem Surya Paloh dan Bupati Sampang Slamet Junaedi yang akrab disapa Aba Idi.
Kantor yang beralamat di Jl. Jokotole Lingkar Barat, Dusun Toros, Desa Babbalan, Kecamatan Batuan, Sumenep tersebut didirikan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap penunjukan Akis Jasuli sebagai Ketua DPD NasDem Sumenep yang baru.
Para kader merasa dikucilkan dan tidak diperhatikan oleh Akis Jasuli sejak penunjukannya oleh DPP beberapa minggu lalu.
“Kami tidak dilibatkan, seakan semua kerja keras selama ini dihapus,” kata Ketua Garda NasDem Sumenep, Ramdan Yanuaris Salam pada KanalNews.id. Minggu (29/06/2025).
Lebih lanjut, Yanuar panggilan karibnya menyatakan, bahwa kantor tandingan ini bukan bentuk pembangkangan terhadap partai, melainkan bentuk kepedulian kader terhadap masa depan NasDem di Sumenep.
“Ini bukti bahwa kami ingin NasDem tetap besar, tapi tidak dengan dipimpin sosok yang tidak punya kontribusi,” tegas Yanuar.
Bahkan menurutnya, Kantor NasDem Korda Madura Raya itu bertujuan bukan hanya untuk kantor tandingan namun juga akan tetap difungsikan sebagaimana kantor NasDem yang siap menampung semua Kader NasDem Sumenep mulai berdiri hingga saat ini.
“Selain itu keberadaan kantor ini selain untuk membesarkan Partai NasDem di Sumenep juga sebagai takdzim kepada Aba Idi (Bupati Sampang, red) sebagai Pengurus DPP NasDem dan Korwil Jatim, ” ungkapnya.
Informasi dihimpun media KanalNews.id, Kader-kader ini sebelumnya sukses menaikkan kursi NasDem di DPRD Sumenep dari tiga menjadi lima kursi pada Pemilu 2024 lalu.
Namun keberhasilan tersebut seakan hanya dianggap angin lewat yang justru menunjuk Akis Jasuli politikus gagal pada Pileg 2024 kemarin jadi ketua DPD NasDem Sumenep.
Pasalnya penolakan kader tidak hanya karena kurangnya kontribusi Akis Jasuli terhadap Partai, tapi juga karena rekam jejak Akis Jasuli yang dinilai buruk.
“Pada Pilkada 2019, dia diduga gelapkan dana saksi hingga Rp500 juta,” ungkap Ketua DPC NasDem Kecamatan Saronggi, Moh. Zaini
Zaini sapaan akrabnya mengatakan banyak kader yang kecewa dan merasa Akis Jasuli tidak layak jadi ketua DPD karena dianggap hanya numpang nama.
“Dia tidak punya basis, tidak pernah berjuang bersama kami,” ucapnya dengan tegas.
Dengan berdirinya Kantor Korda Madura Raya, para kader NasDem Sumenep berharap DPP NasDem mendengar aspirasi mereka.
Mereka menegaskan akan terus berjuang membesarkan partai, tapi dengan kepemimpinan yang bersih dan berintegritas.
“Kalau DPP tak evaluasi, jangan salahkan kami kalau soliditas kader makin rapuh,” tutup Yanuar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari Akis Jasuli maupun DPP NasDem terkait polemik ini. (*)





















