BANYUWANGI, KanalNews.id — Di tengah ketidakpastian global akibat memanasnya hubungan Iran dan Amerika Serikat, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak warga memperbanyak doa demi keselamatan bangsa. Ramadan, kata dia, menjadi momentum memperkuat spiritualitas sekaligus solidaritas sosial.
Ajakan itu disampaikan Ipuk saat silaturahmi Ramadan bersama warga Kecamatan Sempu, Senin, 2 Maret 2026. Ia menilai situasi global yang tidak menentu berpotensi berdampak pada berbagai sektor, termasuk ekonomi daerah.
“Ramadan harus menjadi momen bagi kita untuk banyak-banyak berdoa, tidak hanya untuk kita dan keluarga, namun untuk pemimpin dan kebaikan negeri,” kata Bupati Banyuwangik di hadapan ratusan warga. Senin (02/03/2026)
Lebih lanjut, Menurut Bupati Ipuk panggilan karibnya menjelaskan, konflik antarnegara dapat memengaruhi stabilitas ekonomi global. Iran, sebagai salah satu negara dengan cadangan minyak dan gas alam besar, memiliki posisi strategis dalam pasar energi dunia.
Ketegangan geopolitik saat ini, Sambung Bupati Ipuk, berpotensi memicu fluktuasi harga energi yang berdampak luas, termasuk terhadap perekonomian nasional. Karena itu, ia meminta masyarakat tidak hanya mencermati perkembangan global, tetapi juga memperkuat ikhtiar spiritual.
“Mari kita perbanyak doa untuk keselamatan negeri ini. Semoga bangsa ini selalu dalam lindungan Allah SWT, dan tetap dirahmati. Negeri ini dijauhkan dari mara bahaya,” ajaknya
Bupati Ipuk juga mengajak warga Banyuwangi untuk terus “tandang bareng” menghadapi berbagai tantangan. Bupti dua periode itu menekankan pentingnya persatuan, keguyuban, dan kerukunan sosial sebagai fondasi ketahanan daerah.
“Karena itu mari kita doakan agar situasi dunia segera membaik,” ujarnya.
Menutup sambutannya, Politisi PDIP itu kembali menegaskan pentingnya kebersamaan dalam menghadapi situasi apa pun.
“Mari kita hadapi segala situasi dengan kebersamaan. Dengan persatuan dan doa, Insya Allah Banyuwangi dan Indonesia akan tetap kuat,” tuturnya.
Untuk diketahui, kegiatan tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan warga. Acara ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kesejahteraan masyarakat Banyuwangi. (*)





















