BRIDA Sumenep dan BRIN Bahas Riset RIPJPID Guna Tingkatkan PAD di Sektor Pajak Kendaraan

Riset RIPJPID
Kepala BRIDA Benny Irawan Saat Memimpin Rapat Peningkatan PAD Sektor Pajak Kendaraan Bersama BRIN Secara Daring. (Foto: Ist - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep duduk bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rapat daring. pada Kamis, 8 Mei 2025.

Pertemuan itu membahas usulan kajian Rencana Induk dan Peta Jalan Pemajuan IPTEK di Daerah (RIPJPID) serta permasalahan daerah terkait peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Isu utama yang menjadi perhatian ialah upaya peningkatan PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor. Diskusi dilakukan melalui Zoom bersama pihak terkait dari BRIN.

Baca Juga :  Minta Penggarapan Tambak Garam Dihentikan, Warga Gersik Putih Ngadu ke DPRD Sumenep

Kepala BRIDA Sumenep, Benny Irawan, menjelaskan bahwa agenda ini merupakan tindak lanjut dari konsultasi luring pada 19 Februari 2025 terkait reviu RIPJPID.

Dalam pertemuan daring itu, Benny panggilan akrabnya menegaskan, bahwa salah satu isu strategis yang muncul saat ini adalah optimalisasi pajak kendaraan bermotor.

“Dengan hasil usulan kajian itu, kita melakukan pembahasan bersama BRIN dan pihak terkait seperti Bappeda serta Bapenda Sumenep,” katanya pada media ini. Jum’at (09/05/2025).

Baca Juga :  Bupati Rusdi Sutejo Janji Revitalisasi Pasar Gondang Legi dalam 1,5 Tahun

Lebih lanjut, Benny juga menyampaikan, bahwa BRIDA Sumenep telah menyusun konsep proposal riset peningkatan PAD sektor pajak kendaraan, yang diberi nama Idea Concept Proposal (ICP).

Menurut Benny, riset ini memerlukan masukan dari BRIN dan instansi lain agar menghasilkan inovasi berkualitas yang relevan untuk kebijakan daerah.

“Riset peningkatan PAD sektor ini butuh masukan dari BRIN dan instansi terkait, supaya melahirkan inovasi berkualitas untuk kebijakan daerah,” ungkapnya.

Baca Juga :  Melalui Cha-Ching Curriculum, Disdik Sumenep Tanamkan Literasi Keuangan Kepada Siswa SD

Benny menambahkan, BRIDA Sumenep juga perlu berperan optimal dalam menjalankan fungsi, strategi, dan langkah konkret dengan melibatkan berbagai pihak.

Kolaborasi lintas pemangku kepentingan dibutuhkan guna memastikan riset berdampak langsung terhadap kebijakan dan lingkungan inovasi daerah.

“Melalui Zoom meeting ini, kami harap ada masukan agar riset PAD dari pajak kendaraan bermotor dapat tercapai secara optimal,” pungkasnya. (*)