Rampas Hak Pejalan Kaki, Sejumlah RS Swasta di Pamekasan Tuai Sorotan

Sejumlah Mobil Terparkir di Atas Trotoar, (Foto/Kanal News)

PAMEKASAN,KanalNews.id – Sejumlah rumah sakit swasta di Pamekasan mendapat sorotan. Pemicunya, karena trotoar yang merupakan fasilitas umum dimanfaatkan menjadi tempat parkir keluarga pasien.

Rumah sakit yang menjadi sorotan itu yakni, RS Larasati, RSIA Puri Bunda Madura hingga Kusuma Hospital. Tiga rumah sakit swasta itu kerap menggunakan trotoar sebagai tempat parkir.

Perampasan hak pejalan kaki tersebut diminta disikapi secara tegas oleh pemerintah. Harapannya, fasilitas umum yang dibangun menggunakan uang rakyat itu benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Trotoar adalah fasilitas umum khusus para pejalan kaki. Sayagnya, di beberapa lokasi justru dimanfaatkan untuk parkir keluarga pasien rumah sakit,” kata Taufikurrahman, aktivis LSM BARA Jatim.

Baca Juga :  BKPSDM Umumkan Hasil Salter JPTP Pemkab Sumenep 2024

Menurut Taufik, sudah saatnya Pemkab Pamekasan melakukan penertiban. Jika memang tidak sesuai aturan, harus diperbaiki sehingga tidak ada regulasi yang dilanggar.

Keberadaan rumah sakit memang sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat. Tetapi, jangan sampai merampas hak pejalan kaki yang juga dilindungi oleh konstitusi.

“Silahkan rumah sakit beroperasi, tetapi jangan sampai hak pejalan kaki hilang hanya karena dimanfaatkan untuk tempat parkir kendaraan keluarga pasien,” katanya.

Baca Juga :  Pemkab Sumenep Gencar Lakukan Operasi Pasar Selama Ramadhan, Warga Pragaan Antusias

Taufik berharap, rumah sakit yang masih memanfaatkan trotoar sebagai tempat parkir segera ditegur dan diberi arahan. Tujuannya, agar lembaga kesehatan itu tidak lagi memanfaatkan fasilitas umum tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pamekasan, Amin Jabir, merekomendasikan perluasan lahan parkir di kota Pamekasan. Menurutnya, pertumbuhan kota yang pesat menyebabkan lahan parkir semakin sempit.

Amin Jabir mengakui bahwa beberapa instansi pemerintah dan rumah sakit swasta memiliki lahan parkir yang sangat minim, sehingga banyak pengendara yang terpaksa menggunakan trotoar sebagai lahan parkir.

Baca Juga :  Pelayanan Buruk, J&T Express Sumenep Kembali Buat Pelanggan Kecewa

“Saatnya mereka berpikir untuk memperluas lahan parkirnya, mungkin dengan sistem parkir bertingkat seperti hotel, atau menyesuaikan jumlah ruang inap dengan ketersediaan lahan parkir,” kata Amin Jabir.

Amin Jabir berharap beberapa rumah sakit swasta dapat membuat lahan parkir yang memadai untuk menampung kebutuhan pengunjung dan pasien. Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan keselamatan di jalan. (*)