Penjual Gorengan Manfaatkan Antrean Panjang BBM di Jember untuk Tambah Penghasilan

Penjual Gorengan
Potret Penjual Gorengan Lagi Menjajakan Jualannya ke Para Pengendara Motor yang Lagi Antre di SPBU Kreongan Jember. (Foto: Nurul - Kanal News)

JEMBER, KanalNews.id — Antrean panjang kendaraan bermotor mengular hingga di SPBU Kreongan, Kabupaten Jember, sejak pagi hari sekitar pukul 09.28 WIB. Selasa, 29 Juli 2025.

Ratusan warga dari berbagai daerah di sekitar Jember rela mengantre hingga berjam-jam demi mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini mulai langka di beberapa wilayah.

Menariknya, di tengah kepadatan antrean tersebut, seorang pelaku usaha mikro terlihat memanfaatkan situasi dengan berjualan gorengan keliling.

Baca Juga :  26 Desa di Banyuwagi Terima SK TORA, 160 Hektare Resmi Milik Warga

“Perempuan berjilbab itu dengan sigap menawarkan aneka jajanan seperti tahu isi, tempe goreng, dan bakwan, kepada para pengendara yang lagi mengantre, ” kata Hasan salah satu pengendara motor yang juga lagi antre menunggu pengisian BBM. Selasa (29/07/2025).

Selain gorengan, sambung Hasan, perempuan itu juga membawa termos berisi kopi dan teh untuk melayani para pembeli yang menunggu giliran dengan sabar.

Baca Juga :  Pesan dan Kesan Mendalam Sekda Edy Rasyadi Jelang Purna Tugas

“Kehadiran penjual gorengan itu disambut hangat oleh para pengendara, bahkan beberapa di antaranya tampak bercengkrama sembari menikmati makanan ringan tersebut, ” ungkapnya.

Situasi ini menunjukkan bagaimana masyarakat kecil tetap berusaha mencari peluang di tengah kesulitan. Di balik kelangkaan BBM yang meresahkan, para pelaku UMKM seperti penjual gorengan tersebut mampu menjadikan momentum ini sebagai sarana untuk menambah penghasilan harian mereka.

Baca Juga :  Peringatan Hari Pahlawan, Ini Pesan Plt. Bupati Sumenep Bagi Generasi Penerus Bangsa

Namun, warga berharap agar kelangkaan BBM ini tidak berlarut-larut. Selain mengganggu mobilitas harian, dampaknya juga dirasakan oleh pelaku usaha transportasi dan logistik yang mengandalkan kelancaran distribusi bahan bakar.

Pihak berwenang diharapkan segera memberikan penjelasan dan solusi konkret agar kebutuhan BBM masyarakat dapat kembali terpenuhi dengan lancar. (*)