Miris..! Sebagai OPD Pengampu, Sugeng Bilang RSUDMA Hanya Nyumbang Rp500 Ribu untuk MCF 2025

Sugeng
Eks Mantan TA Bupati Sumenep, Sugeng Hariyadi. (Foto: Jurnal86.com)

SUMENEP, KanalNews.id – Isu dugaan pungutan liar yang diduga dilakukan oleh Panitia penyelenggara Event Madura Culture Festival (MCF) tahun 2025, bernama Sugeng, satu persatu mulai terbongkar.

Terbaru, diungkapkan oleh Direktur RSUD dr. H. Moh Anwar (RSUDMA) Sumenep, dr. Hj. Erliyati, M.Kes, dengan nada seakan kecewa karena disebut hanya menyumbangkan Rp500 ribu sebagai OPD Pengampu event MCF 2025

“Tidak apa-apa meski disebut tidak menyumbang ke acara itu (MCF 2025, red). Tapi perlu teman-teman tahu, kami adalah salah satu OPD Pengampu kegiatan itu,” ujar Dokter Erly dengan singkat usai mengikuti acara Job Fair di Gedung Graha Wicaksana Abdi Negara. Rabu (17/09/2025).

Baca Juga :  Lomba Masak Mie Goreng Warnai HUT RI ke-80, Bupati Fauzi; Ajang Silaturahim Antar Pimpinan

Kendati demikian, Dirut RSUDMA pihaknya tetap enggan menyebutkan secara gamblang nominal sumbangan yang diberikan pihaknya kepada panitia MCF 2025.

Sementara itu, Panitia penyelenggara MCF 2025, Sugeng yang merupakan mantan Tenaga Ahli (TA) Bupati Sumenep, mengatakan soal minimnya dukungan sponsor untuk MCF 2025. Ia dengan tegas menyebutkan RSUDMA hanya berkontribusi Rp500 ribu untuk acara tersebut.

“Sponsor pun kecil, RSUD hanya Rp500 ribu, SKK Rp2,5 juta, Kangean Energi Rp5 juta,” dalih Sugeng, sembari menegaskan bahwa pungutan yang dilakukan panitia bukan untuk keuntungan pribadi, melainkan menutup kebutuhan operasional festival.

Baca Juga :  Mohon Dijauhkan dari Bencana, Warga dan Pemkab Sumenep Bersatu dalam Doa

Namun, pernyataan itu justru membuat Sugeng bak “telanjang di tengah jalan” karena berhadapan dengan fakta yang berbeda di lapangan.

Sebab informasi yang berhasil dihimpun tim media, beredar kabar bahwa RSUDMA sebagai OPD pengampu justru menyumbang hingga Rp20 juta, jadi patut diduga Panitia kemplang dana sponsor RSUDMA sebesar Rp19,5 juta.

Kontradiksi ini semakin mempertebal dugaan adanya manipulasi informasi terkait arus dana MCF 2025. Publik pun makin curiga, karena di balik narasi pendapatan sponsor kecil yang digaungkan Sugeng, justru ada aliran dana yang nilainya fantastis kepada panitia penyelenggara.

Baca Juga :  Diskominfo Sumenep Cetak Generasi Muda Kreatif Lewat Film Pendek

Bahkan informasi terbaru yang diterima Tim media, iuran dari paguyuban pengusaha Rokok yang nilainya Rp 40 juta, masih tersisa 10 juta.

Karena paguyuban dikabarkan siap menyumbang Rp50 juta kepada acara MCF, dari total permintaan panitia Rp3 juta per pengusaha rokok yang jumlahnya sekitar 73 pengusaha.

Kini, mata publik tertuju pada transparansi panitia MCF 2025 dan oknum di balik dugaan pungutan yang mencoreng nama baik Pemkab Sumenep. (*)