SUMENEP, KanalNews.id — BPRS Bhakti Sumekar menerima penghargaan dari PWI Sumenep atas konsistensinya mengedukasi masyarakat, meningkatkan inklusi keuangan, dan menggerakkan digitalisasi layanan perbankan.
Penghargaan tersebut diberikan dalam agenda puncak HPN 2026 yang bertempat di Kampus UNIBA Madura. BPRS Bhakti Sumekar dinilai berkontribusi nyata mendorong literasi serta akses keuangan syariah.
Ketua PWI Sumenep, Faisal Warid, menyatakan BPRS Bhakti Sumekar layak menerima apresiasi tersebut karena kiprahnya konsisten dan berdampak langsung bagi masyarakat.
“Kami melihat BPRS Bhakti Sumekar tidak hanya menjalankan fungsi bisnis, tetapi juga edukasi publik secara berkelanjutan,” kata Faisal Warid. Senin (09/02/2026).
Lebih lanjut, Warid panggilan karibnya menjelaskan, berbagai program literasi keuangan yang menyasar pelajar, pelaku UMKM, hingga masyarakat desa telah membantu meningkatkan pemahaman pengelolaan keuangan secara sehat dan syariah.
“Upaya mendorong inklusi keuangan di daerah kepulauan juga patut diapresiasi. Ini bukan pekerjaan mudah, tetapi mereka hadir dengan solusi,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diberikan PWI Sumenep.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperluas edukasi dan layanan keuangan syariah yang inklusif,” kata Hairil Fajar.
Fajar sapaan karibnya menegaskan, BPRS Bhakti Sumekar berkomitmen memperkuat literasi keuangan melalui sosialisasi rutin di sekolah, pesantren, dan komunitas UMKM.
Selain itu, pihaknya terus mendorong transformasi digital agar layanan perbankan semakin mudah, cepat, dan aman diakses masyarakat.
“Kami terus mengembangkan layanan digital untuk menjawab kebutuhan nasabah, termasuk pembayaran non-tunai dan akses pembiayaan berbasis teknologi,” jelasnya.
Fajar menambahkan, inklusi keuangan menjadi kunci penguatan ekonomi daerah, terutama bagi pelaku usaha mikro dan masyarakat kepulauan.
Dengan penghargaan tersebut, BPRS Bhakti Sumekar berharap sinergi dengan insan pers semakin kuat dalam menyebarkan edukasi keuangan yang mencerahkan.
“Kolaborasi antara lembaga keuangan dan media ini sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bijak, ” pungkasnya. (*)





















