Polisi Gerak Cepat Tangkap Pelaku Pencabulan Bermula di Ruang Guru

Polisi Gerak Capat Tangkap Pelaku Pencabulan Bermula di Ruang Guru
Ilustrasi Pencabulan Anak SD. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGI, kanalnews.idPolresta Banyuwangi melalui jajaran Polsek Purwoharjo gerak cepat menangkap pelaku pencabulan yang bermula di ruang guru salah satu sekolah di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Pelaku pencabulan tersebut yang berhasil diamankan yakni; AM (33) warga Desa Sumbersari, Kecamatan Purwoharjo, kabupaten Banyuwangi.

Berdasarkan informasi dihimpun media ini, AM ditangkap lantaran tega menggagahi anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Baca Juga :  Tingkatkan Silaturahim, Polresta Banyuwangi Nobar Film "Aku Rindu"
Polisi Gerak Capat Tangkap Pelaku Pencabulan Bermula di Ruang Guru
Pelaku Pencabulan Anak SD di Ruang Guru Sekolah Setempat di Kabupaten Banyuwangi. (Dhonny – Kanal News)

Kapolsek Purwoharjo, AKP Budi Hermawan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari masyarakat tentang adanya perbuatan cabul yang dilakukan oleh pelaku AM.

“Setelah ada laporan anggota langsung gerak cepat dan mengamankan tersangka,” katanya, Senin (22/5/2023).

Budi menjelaskan, bahwa perbuatan keji pelaku dilakukan di ruang guru sekolah dasar setempat. Berawal, Korban diminta untuk membantu pelaku mengerjakan pekerjaannya.

Baca Juga :  Dinilai Melawan Hukum, LBH Sakera Akan Seret Kacabdin Sumenep ke Ranah Hukum

Kemudian korban diajak ketempat yang lebih sepi di ruang belakang sekolah. Ditempat itulah pelaku membujuk rayu untuk melakukan perbuatan layaknya suami istri.

“Ditempat itulah, pelaku meminta korban melepas jilbab dan melepas baju,” terangnya.

Peristiwa tersebut, lanjut dia, dalam melancarkan aksinya pelaku membujuk korban, sehingga korban mau melayani hasrat dari pelaku. Bahkan, perilaku yang tidak senonoh tersebut terjadi hingga dua kali.

Baca Juga :  Inilah Daftar 30 Kampus di Jatim Tak Terakreditasi, Salah Satunya di Malang dan Madura

“Dari hasil pemeriksaan korban diketahui hamil,” jelasnya.

Dari kejadian ini, polisi mengamankan barang bukti sebuah visum et repertum dan satu set baju sekolah lengkap dari korban. Dan pelaku telah diamankan untuk proses hukum selanjutnya.

“Kita terus mendalami peristiwa ini. Pelaku dijerat pasal tentang perlindungan anak,” pungkasnya. (Dhonny/Red).