Tekan Lonjakan KLB Campak, Dinkes P2KB Sumenep Keluarkan SE Khusus Sekolah dan Madrasah

Kepala Dinkes P2KB Sumenep
Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes Saat Dikonfirmasi di Ruang Kerjanya. (Foto: istimewa For Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dineks P2KB) Kabupaten Sumenep, mengeluarkan surat edaran (SE) resmi kepada sekolah dan madrasah terkait lonjakan kasus campak.

Surat edaran tersebut bertanggal 7 Agustus 2025 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Dinkes P2KB Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes dan ditujukan kepada Kemenag dan Disdik Sumenep.

Diketahui SE itu menekankan langkah strategis mencegah penyebaran campak di sekolah dan madrasah. Sebab anak-anak tergolong kelompok rentan karena beraktivitas di tempat berkumpul yang padat.

Baca Juga :  Kompak Hadiri FAHAM Bersholawat Jilid 4, Ribuan Warga Sumenep Do'akan Pilkada Damai

Menurut drg. Ellya, campak atau measles merupakan penyakit menular akibat infeksi virus. Penularan terjadi melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin.

“Gejala campak yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi mendadak, ruam kemerahan, batuk, pilek, mata merah berair, hingga bercak putih di mulut,” katanya, Jumat (22/8/2025).

Lebih lanjut, Ellya panggilan akrabnya meminta sekolah meningkatkan kewaspadaan. Peserta didik bergejala campak dilarang masuk sekolah selama masa penularan.

Baca Juga :  Pilkada Sumenep 2024 Selesai, Fauzi-Imam Resmi Menang, KPU Serahkan SK Kemenangan

“Anak harus istirahat minimal empat hari setelah ruam muncul, ” ujarnya menjelaskan.

Selain itu, sambung Ellya, Sekolah juga diminta segera berkoordinasi dengan puskesmas terdekat bila menemukan kasus mencurigakan.

“Langkah ini agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat. Sebelum menular kepada siswa-siswi yang lain, ” ungkapnya.

SE itu juga menyoroti pentingnya edukasi kepada guru, siswa, dan orang tua terkait gejala campak serta urgensi imunisasi sebagai pencegahan utama.

Baca Juga :  Meriahkan Hari Jadi Ke-494, Pemkab Pamekasan Launching Paket Wisata dan Fest Batik

“Kami berharap dukungan penuh Disdik dan Kemenag Sumenep agar edaran ini ditindaklanjuti. Ini penting mencegah Kejadian Luar Biasa campak di sekolah,” harap drg. Ellya. (*)