Tak Tersentuh Anggaran Sejak 2019, Pasar di Bangkalan Memprihatinkan

Pasar di Bangkalan
Tampak dari depan kondisi Pasar Tradisional Bangkalan di Jalan Halim Perdana Kusuma, Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Rabu (9/7/2025). (Foto: Den - Kanal News)

BANGKALAN, KanalNews.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan belum menganggarkan dana untuk pemeliharaan terhadap 29 pasar sejak 2019.

Plt Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskop Umdag) Kabupaten Bangkalan, Achmad Siddiq mengaku sejak 2019 tidak ada pemeliharaan pasar.

“Seperti di Pasar Modung, Pasar Tragah, dan Pasar Labang tidak ada pemeliharaan,” ungkapnya, Rabu (9/7/2025).

Lebih lanjut, Siddiq panggilan karibnya mengatakan tahun 2025 hanya satu pasar yang mendapatkan anggaran pemeliharaan.

Baca Juga :  Terima Pengajuan 127 Inovasi, Brida Sumenep Petakan untuk Pembangunan

“Hanya ada satu yaitu Pasar Tanjungbumi yang mendapat alokasi pemeliharaan,” terangnya.

Namun sayangnya, Siddiq belum bisa memastikan apakah pelaksanaan renovasi akan benar-benar terealisasi.

Sebab anggaran itu, sambung Siddiq, berasal dari pergeseran dana pembangunan tempat pengolahan sampah berbasis reduce, reuse, dan recycle (3R).

”Kami masih menunggu kejelasan lebih lanjut. Semoga tidak ada perubahan lagi agar peningkatan sarana dan prasarana Pasar Tanjungbumi bisa dilakukan,” tambahnya.

Baca Juga :  Efek Domino Rokok Ilegal

Menurutnya, kondisi Pasar Tanjungbumi saat ini cukup memprihatinkan. Beberapa area pasar rawan tergenang saat musim hujan. Hal itu mengganggu aktifitas jual beli.

”Anggarannya sekitar Rp 464 juta dari APBD 2025. Fokus utamanya pada perbaikan drainase dan pemasangan paving,” jelasnya.

Namun kini menurutnya sudah ada pengajuan proposal ke tim banggar untuk pemavingan di Pasar Sepulu dan Pasar Blega.

Baca Juga :  Dinilai Lamban, Verval Penerima BLT DBHCHT di Bangkalan Belum Kelar, Dinsos: Masih Proses Verifikasi

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Bangkalan, Mohammad Romli mengakui sudah cukup lama pasar di Bangkalan tidak tersentuh anggaran pemeliharaan.

Bahkan menurutnya, hampir seluruh pasar di Bangkalan membutuhkan perhatian, terutama drainase dan kondisi los.

”Saluran air banyak yang rusak. Seperti di Pasar Blega sebagian los tidak berfungsi karena tergenang,” pungkasnya. (*)