Skandal Besar di BNI Sumenep; Manipulasi Kredit Miliaran Rupiah Terbongkar

BNI
Suasana Nasabah Bertransaksi di BNI 46 Cabang Sumenep

SUMENEP, KanalNews.id – Belum tuntas kasus Fraud di BSI Sumenep yang saat ini bergulir di Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, kini terendus kabar skandal besar di Bank Negara Indonesia (BNI) 46.

Pasalnya skandal besar itu yakni dugaan manipulasi kredit makro hingga miliaran rupiah yang melibatkan sejumlah oknum Pegawai BNI 46 Cabang Sumenep, dengan salah satu pejabat publik di Kota Keris.

Informasi yang dihimpun oleh jurnalis media ini, dugaan manipulasi kredit makro tersebut bermula salah satu kreditur yang namanya dimanfaatkan oleh pejabat tersebut untuk melakukan pinjaman dana pada tahun 2014 silam.

Pria yang tak ingin disebutkan identitasnya tersebut, mengaku diminta pejabat tersebut untuk datang ke Kantor BNI Sumenep yang beralamat di Jl. Trunojoyo No.61, Labangseng, Kolor, Kecamatan Kota Sumenep.

“Saya diminta untuk menemui salah satu pihak bank, ketika sampai di bank saya disarankan agar apapun yang ditanya oleh pihak BNI tinggal menjawab iya saja,” katanya kepada media ini, Senin (15/07/2024) kemaren.

Sementara itu, ia merasa bingung karena tidak tahu menahu soal komitmen pejabat tersebut dengan pihak BNI Sumenep dengan jalur pinjaman dana tersebut.

Baca Juga :  TP2D Ende : Inovasi Kelembagaan untuk Akselerasi Pembangunan atau Sekedar simbolisme Politik?

“Sementara kondisi saya waktu itu serba salah mas. Satu sisi atasan (Pejabat, red) itu adalah saudara saya dan saat itu saya bekerja di perusahaan miliknya. Jadi, mau tidak mau saya ikuti keinginannnya,” ungkapnya.

Setibanya di Kantor Cabang BNI Sumenep, ia mengaku bahwa pihak bank sudah mengetahui tentang dirinya yang mangajukan pinjaman dan menunjukkan jaminan berupa tanah.

“Beberapa hari kemudian, saya ambil uang pinjaman tersebut sebesar Rp. 1 Miliar bersama sopir atasan saya. Kemudian Uang itu, saya berikan kepada istri atasan saya, berikut sejumlah surat dan buku tabungan BNI,” jelasnya.

Singkat cerita, selang berapa tahun, ia mangku kedatangan pihak BNI Wilayah Jawa Timur yang menanyakan terkait pinjaman uang tersebut. Bahkan, debkolektor BNI sempat mendatangi rumahnya.

Bahkan, dirinya dengan tegas menjawab kepada pihak BNI dari Jatim tersebut bahwa uang tersebut bukan dirinya menggunakan melainkan pejabat yang masih saudaranya tersebut.

Bak disambar petir, ia pun kaget sebab ia mendapatkan kabar dari BNI bahwa pejabat tersebut tidak mengakui bahwa dirinya yang menggunakan uang pinjaman miliaran rupiah tersebut. Bahkan pejabat itu menuding jika dirinya yang menggunakan uang tersebut.

Baca Juga :  Cerita Berbeda Kasus Pelecehan Seksual di UNIBA Madura, Rektorat Seakan "Sudutkan" Korban?

“Sempat saya sampaikan kepada pihak BNI, buat apa saya pinjam uang miliaran rupiah kan waktu itu saya masih jadi karyawan ,” tegas sumber media ini yang menjadi korban skandal dugaan manipulasi kredit tersebut.

“Oleh sebab itu saya minta datangkan atasan saya dan istrinya untuk menyampaikan kesaksian terkait dana pinjaman tersebut, agar masalah tersebut cepat selesai,” imbuhnya.

Namun sayangnya, menurut sumber media ini, segala saran yang ia sampaikan tak dihiraukan oleh pihak BNI. Alih-alih melakukan pemanggilan, ia kembali diminta oleh pihak BNI untuk menjual tanah yang dijadikan sebagai jaminan pinjaman dana tersebut.

“Saya sempat kaget, jika tanah tersebut sudah diatas namankan saya dari pihak BNI dan diminta untuk dijual untuk melunasi angsuran. Tentu saya tidak berani menjual, karena bukan tanah saya,” tegasnya.

Baca Juga :  Ratusan Petani Milenial di Sumenep Hadiri Ngobrol Bareng Penguatan Literasi Digital

“Lagipula BNI kok resah, padahal agunan berupa tanah sudah ditaksir harga tanah sesuai atau tidak dengan jumlah akan dipinjamkan. Padahal, yang saya tahu kondisi tanah berupa pegunungan dan tidak cukup untuk melunasi pinjaman dana tersebut,” ulasnya.

Parahnya lagi, dirinya kembali mendapatkan kabar jika ada pemecatan Pimpinan BNI Sumenep dan penurunan pangkat kepada beberapa oknum yang terlibat dalam kasus dugaan manipulasi kredit tersebut.

“Dalam kasus ini, jelas saya dimanfaatkan dan saya merasa dirugikan. Makanya, sepeserpun saya tidak akan bayar ke BNI. Karen saya tidak menggunakan uang tersebut,” pungkasnya.

Sementara itu, jurnalis media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada Pimpinan BNI Cabang Sumenep terkait dugaan manipulasi kredit makro yang berpotensi merugikan uang negara tersebut.

Namun sayangnya pihak bersangkutan sedang ke luar kota dan sejumlah jurnalis diminta kembali pada Senin (22/07/2024) mendatang.

“Pimpinan saat ini menemui tamu dan akan berangkat ke luar. Silahkan datang kembali hari Senin depan,” kata salah satu petugas Satpam BNI Sumenep. (*)