Program APHT Diklaim Terdepan di Jatim, DKUPP Sumenep Tambah Gudang Baru Tahun Ini

Kepala DKUPP
Kepala DKUPP Sumenep, Moh. Ramli Saat di Konfirmasi di Ruang Kerjanya. (Foto: Helman JR - Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Program Aglomerasi Pabrik Hasil Tembakau (APHT) 2026 di Sumenep melanjutkan capaian 2025. Pemerintah daerah mengklaim progres signifikan dan diakui terdepan di Jawa Timur.

Buktinya, menurut Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Sumenep, Moh. Ramli, mengatakan banyak daerah lain melakukan studi tiru pengelolaan APHT yang berlokasi di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep ini.

“Alhamdulillah, progres APHT Sumenep terdepan di Jawa Timur dan diakui banyak pihak,” kata Moh. Ramli di Kantor Bupati Sumenep. Senin (12/01/2026).

Baca Juga :  Diduga Langgar Netralitas Pilkada 2024, Bawaslu Pamekasan Bakal Panggil Lima Kades

Lebih lanjut, Ramli panggilan akrabnya menjelaskan, tata kelola APHT melibatkan salah satu BUMD Sumenep, yakni PD Sumekar sebagai pengelola, dengan sinergi antara pemerintah daerah dan penyelenggara yang ditunjuk.

Saat ini, sambung Ramli, sebanyak 11 perusahaan rokok telah direkrut dan seluruh legalitasnya dinyatakan tuntas serta sudah beroperasi penuh.

“Perizinan lengkap, produksi berjalan, jejaring pemasaran terbuka, dan respon pasar luar biasa,” terang Ramli.

Baca Juga :  Dinas PUPR Manggarai Timur Ikut Bermain Mengelolah Proyek Bersama PT Indroraya Jaya

Menurutnya, beberapa perusahaan rokok bahkan kewalahan memenuhi permintaan pasar sehingga disarankan menambah tenaga kerja.

“Bahkan berdasarkan laporan yang sampai ke kami, satu dari sekian PR di APHT itu mengaku kewalahan memenuhi permintaan pasar. Sehingga kami menyarankan untuk menambah karyawan, ” ungkapnya.

Sehingga, masih kata Ramli, minat pengusaha rokok baru untuk bergabung ke APHT juga meningkat. Dari itu Pemerintah dlDaerah merencanakan pembangunan satu gudang tambahan pada 2026 ini.

Baca Juga :  Harga Emas di Awal 2026 Terus Melonjak, Kini Logam Mulia Antam Tembus Rp 3 Juta

“Gudang baru itu dirancang menampung empat PR lagi. Anggarannya sekitar Rp1,5 miliar dan sudah dialokasikan tahun ini,” pungkasnya. (*)