SUMENEP, KanalNews.id — Pemerintah Kabupaten Sumenep mengalokasikan Rp47,53 miliar untuk enam proyek rekonstruksi dan pemeliharaan jalan pada tahun anggaran 2026 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
Data tersebut memuat lima paket rekonstruksi jalan dan satu paket pemeliharaan berkala yang tersebar di daratan hingga kepulauan.
Proyek bernilai terbesar adalah rekonstruksi Jalan Elak Daya–Mandala, Kecamatan Lenteng, dengan nilai kontrak Rp15.939.484.000 sepanjang 7.084 meter.
Paket terbesar kedua ialah rekonstruksi Jalan Laok Jang-Jang–Kolo-Kolo, Kecamatan Arjasa, senilai Rp14.642.051.000 dengan panjang penanganan 7.654 meter.
Rekonstruksi Jalan Pabian–Kangayan di Kecamatan Kangayan memperoleh anggaran Rp8.405.773.000 untuk penanganan sepanjang 2.415 meter.
Pemeliharaan berkala Jalan Pelabuhan Batu Guluk–Pandeman, Kecamatan Arjasa, dianggarkan Rp4.484.118.000 dengan panjang penanganan 1.614 meter.
Rekonstruksi Jalan Batuan–Matanair, Kecamatan Rubaru, memperoleh kontrak Rp2.571.669.000 dengan panjang penanganan 2.052 meter.
Sementara pemeliharaan berkala Jalan Pasar Ganding–Batu Ampar, Kecamatan Guluk-Guluk, bernilai Rp1.482.752.000 dengan panjang penanganan 835 meter.
Kepala Dinas PUTR Kabupaten Sumenep, Eri Susanto, mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian pemerataan infrastruktur untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
“Kami memprioritaskan ruas jalan yang memiliki tingkat kerusakan tinggi dan berperan penting terhadap mobilitas masyarakat serta aktivitas perekonomian daerah,” kata Eri Susanto. Kamis (23/07/2026).
Lebih lanjut, Eri sapaan karibnya menegaskan seluruh pekerjaan ditargetkan selesai sesuai kontrak dengan mengedepankan kualitas konstruksi dan pengawasan di lapangan.
“Kami akan melakukan pengawasan secara ketat agar seluruh proyek selesai tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tandasnya. (*)





















