Peringati Hardiknas 2024, BPRS Bhakti Sumekar Bersama KERIS Santuni 100 Anak Yatim

Hardiknas
Potret Kegiatan Santunan 100 Anak Yatim Oleh BPRS Bhakti Sumekar dan Komunitas Guru Keris di Bawah Naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep. (Foto: Kanal News).

SUMENEP, KanalNews.id – BPRS Bhakti Sumekar bersama komunitas guru KERIS Kabupaten Sumenep menggelar santunan 100 anak yatim dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2024. Kamis, 02 Mei 2024.

Pantauan media KanaNews.id kegiatan yang berlangsung di Gedung Anacaraka atau Gedung Ki Hajar Dewantara itu dihadiri langsung oleh Direktur Utama (Dirut) BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, dan para komunitas guru KERIS dibawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.

Bacaan Lainnya

Dirut BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar mengatakan, pihaknya bersama para guru KERIS dan Disdik Sumenep menginginkan para pelajar di Kota Keris terus bersemangat belajar.

“Mudah-mudahan program Tabungan Simpel yang digagas BPRS Bhakti Sumekar menjadi alat untuk mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Sumenep,” katanya saat memberikan sambutan. Kamis (02/05/2024).

“Artinya semua peserta didik harus didik sampai pinter, terutama dalam hal literasi dan pengelolaan keuangan,” imbuhnya.

Di sela-sela saat menyampaikan sambutan, Direktur Hairil Fajar sempat mengajukan kuis untuk para guru dan siswa yang hadir dengan upah hadiah berupa voucher pulsa belajar sebanyak Rp 100 ribu.

Kuis untuk para guru pendamping siswa-siswi yatim yang hadir, Direktur Hairil menanyakan sejarah mengapa pada tahun 1959, pemerintah menetapkan tanggal 2 Mei sebagai Hardiknas pertama kali. Sementara kuis untuk siswa, ia menanyakan nama lengkap Bupati Sumenep.

Dirut Hairil Fajar kemudian menyampaikan tujuan digelarnya kegiatan santunan untuk 100 anak yatim pada momentum Hardiknas ke-65 di gedung Ki Hajar Dewantara.

“Karena tanggal 2 Mei ini merupakan hari lahirnya pejuang pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara. Beliau lahir pada tanggal 2 Mei 1889,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Edukatif, Responsif dan Inovatif Sumenep (KERIS), Mahalli mengatakan, kegiatan ini merupakan momentum refleksi Hardiknas ke-65 untuk mendorong suksesnya program Merdeka Belajar.

“Ini demi menyukseskan program Merdeka Belajar, karena pada intinya refleksi dari Merdeka Belajar adalah bagaimana membentuk jiwa pelajar agar senantiasa belajar sepanjang hayat,” tuturnya.

Ketua KERIS Mahalli lanjut memberikan motivasi kepada para siswa dan siswi yang hadir agar terus bersemangat dalam belajar dan melanjutkan proses belajar hingga ke perguruan tinggi.

“Maka wahai anak-anakku, kalian jangan pernah merasa sendiri, karena kalian punya Dinas Pendidikan yang senantiasa memperhatikan dan BPRS yang juga selalu siap membantu keberlanjutan tingkat pendidikan kalian,” pungkasnya. (*) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *