Masuk Masa Kampanye, Banyak Caleg Jadi “Penunggu Pohon”

Penunggu Pohon
APK Caleg DPR RI Dapil Madura, MH. Said Abdullah Dari Partai PDIP Bertebaran di Jalan Raya Lenteng-Ganding, Kabupaten Sumenep. (Foto: Kanal News).

SUMENEP, KanalNews.id – Memasuki masa kampanye Pemilu 2024, banyak baleho yang menjadi Alat Praga Kampanye (APK) Calon Legislatif (Caleg) menjadi “penunggu pohon” disepanjang jalan. Jum’at, 08 Desember 2023.

Diketahui, sesuai tahapan Pemilu 2024, KPU RI resmi membuka masa kampanye Capres Cawapres, Caleg DPR RI, DPD dan DPRD Kabupaten/Kota pada 28 November 2023 kemarin dan akan berakhir pada 10 Januari 2024 mendatang.

Pantauan media KanalNews.id, sepanjang jalan raya Lenteng-Ganding, hingga wilayah kota Kabupaten Sumenep, banyak baleho atau spanduk menjadi penunggu pohon. Mulai dari baleho Capres Cawapres hingga baleho Caleg dari berbagai partai politik.

Baca Juga :  Melalui Bappeda, Pemkab Sumenep Gelar RPJPD Tahun 2025-2045 dan RKPD 2025

Salah satunya adalah baleho seorang caleg DPR RI Dapil Madura dari partai penguasa, yakni MH Said Abdullah dari Partai PDIP, yang didalam baleho tersebut tampak bergandengan dengan Caleg DPRD Jatim Dapil Madura, Abrari, S.Ag, M.Psi.

Baleho Golkar
APK Caleg DPR RI Dapil Madura, Akhmad Ma’ruf Dari Partai Golkar, Bertebaran di Jalan Raya Lenteng-Ganding, Kabupaten Sumenep. (Foto: Kanal News)

Selain itu ada juga Caleg DPR RI Dapil XI Madura dari partai Golkar Nomor Urut 1, Yakni Akhmad Ma’ruf, hingga banyak pohon dipaku alat praga kampanye (APK) oleh caleg para penunggu pohon.

Baca Juga :  Bersama Gus Miftah, Polres Sumenep Gelar Tasyakuran Hari Bhayangkara Ke-78

“Kenapa sich setiap ada pesta demokrasi seperti pemilu 2024 ini lingkungan hidup dan ruang terbuka hijau harus jadi korban, ” terang salah satu pengguna jalan asal Kecamatan Ganding yang minta namanya dirahasiakan. Jum’at (08/12/2023).

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Arif Susanto masih enggan memberikan komentar terkait maraknya baleho dan spanduk calon legislatif bertebaran dipinggir jalan raya hingga dipaku di pohon.

Sebab ketika dikonfirmasi melalui sambungan telponnya tidak di jawab, bahkan di konfrimasi melalui chatting WhatsApp-nya juga tidak balas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *