Kepsek dan Guru Selingkuh, Dunia Pendidikan di Sumenep Tercoreng, Sekdes Sakala; Dua Pelaku Sudah Dihukum Adat

Skandal Perselingkuhan
Ilustrasi Kepala Sekolah SDN Sakala II dan Guru Honorer yang Masih Istri Bendahara Desa Saat Dihukum Adat dengan Cara Diarak Keliling Kampung. (Foto: Kanal News)

SUMENEP, KanalNews.id – Dunia pendidikan dihebohkan kasus perselingkuhan Kepala SDN Sakala II, Kecamatan Sapeken, Edi Kurniawan, dengan guru honorer Reka Ruspawati.

Kasus ini menjadi sorotan karena keduanya merupakan keluarga dekat Kepala Desa Sakala, sehingga memicu keresahan di kalangan masyarakat dan wali murid.

Sekretaris Desa (Sekdes) Sakala, Juhri, membenarkan adanya kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihak desa sudah memberi hukuman adat pada pelaku.

“Benar, kami (Pemdes Sakala) sudah jalankan Peraturan Desa, yakni memberi hukuman adat pada pelaku pada Senin, 28 Juli 2025,” kata Juhri. Kamis (31/07/2025).

Baca Juga :  Jamin Masa Depan Pemain, Empat Pemain Asing Madura United Dikuliahkan di UNIBA Madura

Lebih lanjut Ia menjelaskan, bahwa kedua terduga pelaku telah diarak keliling desa sebagai bentuk sanksi sosial, dimulai dari Balai Desa pukul 15.00 WIB.

“Pemdes Sakala tetap patuh pada aturan. Siapapun pelakunya, tetap harus dihukum sesuai Peraturan Desa yang berlaku,” tegasnya.

Juhri berharap, kejadian ini menjadi pelajaran agar warga tak melakukan tindakan yang melanggar norma agama dan hukum yang berlaku.

Baca Juga :  Kecipratan DBHCHT Rp8,4 Miliar, DKPP Sumenep Komitmen Tingkatkan Kualitas Pertanian

“Semoga kejadian ini tidak terulang. Apalagi dilakukan oleh orang yang seharusnya memberi contoh baik untuk murid dan masyarakat,” harapannya.

Sementara itu, salah satu Wali murid menilai, tindakan amoral ini mencoreng dunia pendidikan dan mengancam mental serta akhlak anak-anak mereka di sekolah tersebut.

“Kami (wali murid), terutama saya pribadi merasa kuatir, bagaimana masa depan anak-anak kita kalau masih dipimpin kepala sekolah seperti itu,” kata salah satu wali murid yang minta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Pilkada 2024, Bawaslu Beltim Gelar Apel Siaga dan Deklarasi Kampanye Damai

Wali murid itu menambahkan, bukan hanya dirinya, banyak wali murid lain yang juga resah dan berharap ada tindakan tegas terhadap pelaku.

“Kekhawatiran ini bukan soal adat saja, tapi berdampak pada mental anak-anak yang setiap hari bertemu mereka di sekolah,” pungkasnya. (*)