Keluarga Pasien Gagal Ginjal Nangis Adukan Nasibnya Pada Acara Dialog Yang Digelar AJP

Serius : Diskusi Panjang Mencari Solusi Bagi Pasien Gagal Ginjal Mendapat Layanan Cuci Darah (Foto/Dok. Kanal News)

PAMEKASAN, KanalNews.id – Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Menggelar Dialog Kemanusiaan, dengan tema “Mengurai Persoalan dan Solusi Pasien Gagal Ginjal” di Ruang Rato Ebu Pendopo Bupati Pamekasan, Senin (02/06/2025).

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirjo (Smart) (dr. Budi Susanto), Kepala Dinas Kesehatan (dr. Saifudin), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Pamekasan (Nuzuludin Hasan).

Selain itu hadir juga, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan (Moh. Khomarul Wahyudi), serta Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan (H. Holili Yasin).

Beberapa keluarga pasien gagal ginjal juga ikut hadir dalam kegiatan ini. Mereka meluapkan emosi dan meminta agar layanan Hemodialisa (HD) sif 4 dibuka kembali.

Yanti, Keluarga Ibu Ruhama asal Palengan, Pamekasan, menangis saat menceritakan sulitnya mendapat layanan cuci darah di RS lain. Ia tak kuasa menahan air mata saat menceritakan keluh kesahnya saat mencari Rumah Sakit yang bisa melayani cuci darah.

Baca Juga :  Diduga Curi Start Kampanye, Bacaleg PDIP Dapil II Sumenep Terancam Didiskualifikasi

Saat ini ia mendapatkan layanan itu di Rumah Sakit Sampang. Tetapi, meski mendapat layanan cuci darah di RS Sampang  rasa sedih tidak selesai sepenuhnya, sebab keluarganya harus berhutang untuk biaya transportasi.

“Saya mohon RSUD untuk melayani kembali pasien cuci darah,” katanya sambil berlinang air mata.

Tak hanya Yanti, keluarga pasien yang lain juga menyuarakan hal yang sama meminta sebisa mungkin layanan HD di RS Smart dibuka kembali.

Direktur RSUD Smart, Pamekasan dr. Budi, menggambarkan tidak mungkin layanan itu dibuka kembali. Menurutnya ada prosedur yang cacat sehingga tidak mungkin Layanan yang diharapkan keluarga pasien bisa dilakukan.

Baca Juga :  Lawatan ke Jatim, Sekjen PDI Perjuangan Kobarkan Semangat Menangkan Pilkada 2024

“Mohon maaf kami harus hentikan sementara,” terangnya dihadapan para keluarga pasien.

Harapan keluarga pasien sempat pupus sebab dengan segala pertimbangan yang disampaikan Direktur RS Smart, tidak mungkin layanan tersebut dibuka kembali.

Tetapi setalah kurang lebih 4 jam diskusi berlangsung akhirnya ada harapan baik bagi keluarga pasien.

Forum yang diinisiasi oleh AJP akhirnya melahirkan beberapa keputusan bersama.

Keputusan tersebut yakni :

  1. RSUD Smart Pamekasan membuka layanan cuci darah bagi pasien gagal ginjal pada hari Minggu. Satu kali dalam seminggu dan akan ditanggung oleh BPJS Kesehatan untuk peserta BPJS Kesehatan.
  2. RSUD Smart Pamekasan membuka layanan informasi terkait cuci darah dan mengawal pasien gagal ginjal untuk mendapatkan layanan cuci darah.
  3. RSUD Smart Pamekasan akan mempercepat pengadaan Alkes, Gedung, SDM dan lain-lain terkait pelayanan cuci darah akhir tahun 2025.
  4. DPRD Pamekasan akan terus mengawal pasien gagal ginjal agar mendapat pelayanan cuci darah di RSUD Smart Pamekasan.
  5. Cahaya Umat akan menanggung biaya jika ada persoalan dengan pelayanan cuci darah sif ke-4 di RSUD Smart apabila tidak ditanggung BPJS Kesehatan.
  6. BPJS Kesehatan dan Dinkes Pamekasan mengawal pembukaan sif ke-3 di RSUD Sampang dan Sumenep segera terealisasi.
  7. Dinkes Pamekasan berupaya menyiapkan informasi real time rumah sakit yang bisa melayani hemodialisis atau cuci darah.
Baca Juga :  Tak Sekadar Direktur, dr. Erliyati Juga Jadi Pioneer Perubahan Nyata RSUDMA Sumenep

Hasil diskusi ini ditandatangani oleh Wakil Ketua DPRD Pamekasan Moh. Khomarul Wahyudi, Kepala BPJS Nuzuludin Hasan, Kadinkes dr. Saifudin, Direktur RSUD Smart dr. Budi Santoso, Ketua AJP Khairul Umam, dan Ketua Cahaya Umat Rahwini. (*)