BCC Kedatangan Tamu Studi Banding Nasabah PNM Cabang Banyuwangi, Mojokerto dan Denpasar

BCC Kedatangan Tamu Studi Banding Nasabah PNM Cabang Banyuwangi, Mojokerto dan Denpasar
Sesi Foto Bersama Peserta Studi Banding dengan Owner BBC. (Foto: Dhonny - Kanal News).

BANYUWANGI, KanalNews.idPT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Banyuwangi melalui program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) menyelenggarakan program Studi Banding Nasabah PNM Mekaar. Rabu, 13 Desember 2023.

Pesertanya terdiri dari 12 orang Nasabah yang berasal dari PNM Cabang Banyuwangi, PNM Cabang Denpasar dan PNM Cabang Mojokerto.

Diketahui, Kunjungan yang digelar mulai tanggal 12 hingga 14 Desember 2023 itu merupakan program yang bertujuan untuk menambah ilmu dan wawasan terkait dengan produksi kerajinan manik-manik/monte di Workshop Blimbingsari Creative Craft (BBC) .

Kegiatan ini dihadiri Arif Sulistiyantoro selaku Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi, Anom Parikesit selaku Manajer Supporting, Nurhadi selaku Manajer Regional Mekaar, Pathur Rozaq selaku Manajer Bisnis Ulamm, Ucici Katarina Dewi selaku Manajer Regional Pengawas Mekaar.

Hadir pula pada kesempatan itu, nasabah dan Pendamping Cabang Mojokerto, Nasabah dan Pendamping Cabang Denpasar serta Nasabah dan Pendamping Cabang Banyuwangi. Selain itu juga Narasumber Hj. Nur Fitriyah, selaku Owner Blimbingsari Creative Craft dan Perwakilan Divisi PKU PNM Kantor Pusat.

Baca Juga :  Tinjau Seleksi PPPK, Bupati Sumenep Berharap Lahirkan Aparatur Profesional dan Berkualitas

Untuk PNM sendiri kegiatan studi banding sebagai sarana PNM dalam memantau perkembangan usaha Nasabah atau Nasabah Naik Kelas serta menjaga dan meningkatkan loyalitas Nasabah dan bisa memberikan kebanggaan menjadi Nasabah PNM.

Adapun peserta studi banding berasal dari 4 Nasabah PNM Mojokerto, 4 Nasabah PNM Denpasar, 4 Nasabah PNM Banyuwangi dan Pendamping (PIC PKU).

“Pelatihan ini merupakan salah satu dari tiga modal yaitu modal intelektual yang diberikan oleh PNM bagi nasabahnya. Dalam mendukung pertumbuhan sektor ultra mikro dan UMKM, PNM memberikan tiga modal yaitu finansial, intelektual dan sosial, ” kata Anom Parikesit (MSU) mewakili Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi. Rabu (13/12/2023).

“Kegiatan studi banding ini juga merupakan salah satu pemberian Modal Intelektual berupa pelatihan keterampilan kerajinan yang merupakan salah satu wujud pendampingan dari program Divisi Pengembangan Kapasitas Usaha. Melalui kegiatan ini diharapkan nasabah yang diundang dapat meningkatkan pola bisnis yang ada disini untuk di implelmentasikan di daerahnya,” imbuhnya.

Baca Juga :  LKKNU Ganding Getol Lakukan Bimbingan Keluarga Maslahah

Pada hari pertama kunjungan ke BBC, peserta diajak ke tempat ikon wisata Banyuwangi yakni Alas Purwo, Pantai Boom dan beberapa destinasi wisata lainnya.

Selain itu, para peserta juga melakukan sharing session dengan ibu Hj. Nur Fitriyah, bagaimana awal mula menjalankan usahanya dari nol, memberikan semangat kepada ibu-ibu Nasabah PNM Mekaar antar Cabang agar tetap semangat karena semua butuh proses.

Setelah itu, mereka melakukan diskusi ringan. Apa saja kendala dalam berbisnis dan bagaimana cara menanganinya. Baru seluruh peserta diajak berkeliling area workshop BCC untuk melihat proses produksi sekaligus praktek melakukan pembuatan produk kerajinan manik-manik/monte.

“Saya mendukung program PKU PT PNM dalam kegiatan studi banding ini untuk sharing tentang kendala dan strategi pemasaran, bahwa pelaku usaha harus mempunyai mental tangguh, mandiri dan bertanggung jawab, serta semangat untuk terus berkembang,” ujar Hj Nur Fitriyah , selaku pemilik Blimbingsari Creative Craft.

Baca Juga :  Putri Anggota Polres Pamekasan, Raih Medali Emas Kejuaraan Tenis Meja Tingkat Nasional

Para peserta pun mengaku banyak mendapat pengetahuan baru dalam kunjungan ke BCC tersebut.

“Terima kasih kepada PNM Cabang Banyuwangi, yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti program studi banding ini. Saya belajar banyak tentang bagaimana cara menjual barang dagangan kami. Terimakasih PNM,” ujar salah satu peserta studi banding Denpasar ibu Jumriatun. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *